z-logo
open-access-imgOpen Access
Peran Deksmedetomidin Sebagai Protektor Otak Yang Dinilai Dengan Kadar Il-6 Dan Cox-2 Pada Tikus Model Cedera Otak Traumatika
Author(s) -
M. Sofyan Harahap,
A. Himendra Wargahadibrata,
Tatang Bisri,
Nancy Margarita Rehatta
Publication year - 2015
Publication title -
jai (jurnal anestesiologi indonesia)
Language(s) - Slovenian
Resource type - Journals
ISSN - 2089-970X
DOI - 10.14710/jai.v7i3.10806
Subject(s) - medicine , physics , humanities , traditional medicine , philosophy
Latar belakang: Proteksi otak sangat penting dalam penanganan cedera kepala sehari hari, agar tidak terjadi cedera sekunder. Proteksi otak terdiri dari metode dasar dan farmakologik yaitu dengan menggunakan obar-obatan. Sampai saat ini belum ada hasil proteksi otak yang konsisten dari berbagai metode farmakologi, sehingga masih terus menjadi bahan kajian.Tujuan :  Penelitian ini untuk mengetahui peran deksmedetomidin sebagai protektor otak yang dinilai dengan kadar IL-6 dan COX-2.Metode : Penelitian eksperimental di laboratorium dengan rancangan acak terkontrol, dilakukan pada 24 tikus wistar jantan, usia sekitar 3 bulan, kondisi aktif, yang mendapat perlakuan cedera kepala buatan derajat sedang. Setelah mendapat persetujuan komite etik, hewan coba dibagi dalam 3 kelompok secara random yaitu kelompok K1(NaCl) (n=8), kelompok P (deksmedetomidin) (n=8) dan kelompok K2 (kontrol) (n=8), kemudian dilakukan anestesi dengan Ketamin 80 mg/kgBB ip dan diambil sampel darah, selanjutnya kelompok K1 dan kelompok P dilakukan kraniektomi dan diberi trauma diikuti dengan pemberian deksmedetomidin 60 µgr/kgBB ip untuk kelompok P dan NaCl dengan volume dan cara sama untuk kelompok K1. Kelompok K2 tidak dilakukan cedera dan tidak mendapat terapi apapun. Pemberian deksmedetomidin atau NaCl diulang pada jam ke-3, ke-12 dan ke-24, pengambilan sampel darah berikutnya untuk pemeriksaan dengan metode ELISA dilakukan pada jam  ke-12 dan jam ke-24. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan uji ANOVA dan Friedman serta uji korelasi Spearman.Hasil :  Kadar IL-6 pada kelompok K1 meningkat secara bermakna dibanding kelompok P, pada 12 jam dan 24 jam pasca trauma. (160±15,57) vs (140,5±17,65) dan (172,6±19,07) vs (124,2±23,6). Sedangkan Kadar COX-2 pada kelompok K1 meningkat secara bermakna dibanding kelompok P pada 12 jam dan 24 jam pasca trauma. (1491,41±341) vs (803,62±215,73) dan (1048,45±170,43) vs (588,93±198,57). Kadar COX-2 menunjukkan proses inflamasi yang terjadi.  Analisis Spearman’s menunjukkan adanya korelasi positif antara IL-6 dan COX-2 (ρ=0,71), yang terjadi pada 12 jam pasca trauma pada kelompok yang mendapat NaCl.Simpulan:  Deksmedetomidin mempunyai peran sebagai protektor otak dengan menurunkan kadar IL-6 dan COX-2. Ada korelasi positif pada perubahan kadar antara  IL-6 dan COX-2 setelah trauma. 

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here
Accelerating Research

Address

John Eccles House
Robert Robinson Avenue,
Oxford Science Park, Oxford
OX4 4GP, United Kingdom