z-logo
open-access-imgOpen Access
Pembuatan Kertas Anti Rayap Ramah Lingkungan dengan Memanfaatkan Ekstrak Daun Kirinyuh (Eupatorium odoratum)
Author(s) -
Mochammad Hadi
Publication year - 2012
Publication title -
bioma : berkala ilmiah biologi/bioma
Language(s) - Uncategorized
Resource type - Journals
eISSN - 2598-2370
pISSN - 1410-8801
DOI - 10.14710/bioma.10.1.12-18
Subject(s) - physics
Jumlah kertas yang dibutuhkan oleh masyarakat dunia, memacu industri kertas untuk meningkatkanproduksinya. Hal ini mengakibatkan timbulnya masalah berupa penebangan pohon untuk pembuatan kertas, dimanadalam industri kertas selalu melakukan proses bleaching (penggunaan bahan pemutih) serta penggunaan timbaldalam pembuatan kertas yang tahan terhadap serangga (rayap), tetapi kertas yang mengandung timbal mempunyaitoksisitas tinggi sehingga tidak baik untuk kesehatan tubuh manusia. Cara yang paling efektif adalah melakukanproses daur ulang kertas anti rayap dengan menggunakan pestisida botani. Tumbuhan tersebut adalah tumbuhankirinyuh (Eupatorium odoratum) yang memiliki kandungan sesquiterpen mampu mengendalikan tingkat mortalitaspada rayap. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui, mengkaji toksisitas dan sifat antimakan ekstrak daunkirinyuh sebagai bahan pengendali rayap pemakan kertas, serta mengetahui tingkat konsentrasi ekstrak daunkirinyuh yang efektif sebagai bahan pengendali rayap. Cara kerja yang dilakukan adalah dengan Pembuatan ekstrakdaun Kiriyu (Eupatorium odoratum), yang di masukan pada saat pembuatan kertas. Pada uji toksisitas, ujipendahuluan untuk menentukan LC5 dan LC90 konsentrasi yang digunakan yaitu 0, 0.5, 1, 2, 4 dan 8 persen (b/v).Hewan uji yang digunakan pada uji pendahuluan sebanyak 20 ekor dengan satu kali ulangan. Uji pendahuluandigunakan sebagai acuan untuk uji sesungguhnya. Uji sesungguhnya yaitu uji untuk menentukan konsentrasi yangefektif (LC50), konsentrasi yang digunakan yaitu 0, 0.76, 1.15, 1.74, 2.63, 3.95 persen (b/v). Hewan uji yangdigunakan pada uji sesungguhnya sebanyak 15 ekor dengan 3 kali ulangan. Nilai mortalitas rayap dianalisis denganmenggunakan analisis probit. Hasil penelitian konsentrasi ekstrak daun kiriyuh yang efektif untuk mengendalikanrayap yang membunuh 50 % hewan uji (LC-50) yaitu pada konsentrasi 2.50 persen. Pada LC-50 menunjukan bahwaekstrak daun kiriyuh bersifat toksik dan pada konsentrasi 2.50% efektif memberikan pengaruh mortalitas terhadaprayap Coptotermes

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here