z-logo
open-access-imgOpen Access
EKSKLUSIVISME BERAGAMA JARINGAN SEKOLAH ISLAM TERPADU (JSIT) YOGYAKARTA
Author(s) -
Muhamad Yusup
Publication year - 2018
Publication title -
religi
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2548-4753
pISSN - 1412-2634
DOI - 10.14421/rejusta.2017.1301-05
Subject(s) - islam , humanities , sociology , philosophy , theology
Belakangan ini, terutama di kota-kota besar, Sekolah Islam Terpadu (SIT) direspons masyarakat Muslim secara positif. Buktinya, banyak kalangan Muslim yang mendirikan SIT dan menyekolahkan anak-anaknya ke lembaga pendidikan tersebut. Bahkan, untuk menjalin komunikasi antar SIT dibentuklah Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT). Keberadaan SIT di bawah JSIT acapkali dicurigai menanamkan nilai-nilai eksklusivisme dan radikalisme Islam. Untuk itu, menarik melakukan penelitian tentang eksklusivisme beragama di JSIT Yogyakarta.Eksklusivisme beragama dalam JSIT juga dapat diteropong melalui empat karakteristik tersebut, yaitu: Pertama, menerapkan pendekatan literal dalam memahami teks-teks Islam (tekstualis). Kedua, pandangan keselamatan hanya dapat dicapai melalui agama Islam disertai dengan penolakan terhadap agama lain dan pengikutnya (truth-claim). Ketiga, menekankan gagasan bahwa tidak ada pemisahan antara Islam dan negara (anti-sekularisasi). Keempat, para penganut paham ini percaya adanya konspirasi antara pemerintah Indonesia dengan umat Kristen (dan atau Yahudi atau kafir secara umum) untuk memperlemah kekuatan politik Islam (percaya adanya konspirasi thaghut).

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here