
RELASI KUASA POLITIK TOKOH AGAMA DALAM HEGEMONI PEMILUKADA 2020
Author(s) -
Mahatva Yoga Adi Pradana
Publication year - 2020
Publication title -
living islam
Language(s) - Turkish
Resource type - Journals
eISSN - 2621-6590
pISSN - 2621-6582
DOI - 10.14421/lijid.v3i2.2418
Subject(s) - art , humanities
AbstrakArtikel ini menggambarkan relasi kuasa politik yang dilakukan tokoh agama di Kabupaten Malang dalam rangka pemilihan kepala daerah. Dalam wilayah sosial kemasyarakatan, tokoh agama memiliki status yang tinggi sampai akhirnya disebut sebagai elit lokal. Status sosial itu berupa kekuasaan yang lahir dari legitimasi masyarakat. Selain itu kekuasaan politik yang di miliki berasal dari jaringan yang dibangun dengan latar belakang organisasi. Meskipun tulisan ini berawal dari hasil survey, penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan model studi kasus. Dimana yang menjadi sumber data berasal hasil wawancara tokoh, masyarakat serta pelaku yang tinggal dan mengenal tokoh agama yang masuk dalam politik. Dalam konteks lokalitas masyarakat Kabupaten Malang, tokoh agama menjadi rujukan alternatif pemecahan masalah. Kekuasaan tokoh agama menjadi modal awal dipilih oleh masyarakat. Oleh karena itu sangatlah wajar apabila tokoh agama memiliki posisi yang penting dalam kontestasi politik lokal. Dengan dimensi kekuasaan yang dijelaskan oleh Gaventa dalam teori Powercube serta tokoh filsafat politik lain. Menunjukkan kekuasaan tokoh agama berada dalam wilayah yang disebutkan Gaventa, terlihat didalam struktur kekuasaan, tidak terlihat diluar sebagai penasehat dan tersembunyi dengan melakukan gerakan bawah tanah. Oleh karena itu posisi tokoh agama dalam berpolitik juga menjadi kian digemari oleh para elit politik dalam dukung mendukung.