z-logo
open-access-imgOpen Access
Masjid dan Ruang Spiritualitas Bagi Difabel: Observasi Kritis terhadap Masjid-masjid Populer di Yogyakarta
Author(s) -
Atropal Asparina
Publication year - 2019
Publication title -
living islam
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2621-6590
pISSN - 2621-6582
DOI - 10.14421/lijid.v2i2.2014
Subject(s) - humanities , political science , sociology , art
Sejatinya manusia beragama mempunyai ruang spiritualitas yang setara untuk menjalankan, merasakan, dan mengekpresikan keyakinannya. Tetapi, dalam tataran kenyataan semua itu terhambat oleh berbagai hal seperti kelas sosial, bias gender dan terutama yang paling sedikit mendapat perhatian adalah karena faktor disabilitas. Penelitian ini akan difokuskan pada konsep ruang spiritualitas Islam inklusif-ideal dalam al-Qur’an dan Hadis serta ruang spiritualitas bagi penyandang disabilitas di masjid-masjid populer Yoyakarta. Penulis akan menggunakan metode deskriptif-analitik dan pendekatan hermeneutik terhadap al-Qur’an dan Hadis dan observasi kritis serta wawancara terhadap pengelola masjid-masjid populer Yogyakarta. Hasilnya, konsep ruang spiritualitas dalam al-Qur’an, hadis, bahkan sejarah Islam awal, sangat ‘ramah’ terhadap difabel. Meskipun, dalam tataran historis, terutama di Masjid populer Yogyakarta, upaya membuka ruang yang ramah difabel masih terbatas oleh faktor sosial seperti mayoritas-minoritas, anggaran pembangunan fasilitas, menjaga tradisi leluhur, dan budaya yang sudah mapan. Oleh karenanya, penulis berusaha mebuat karakterisasi masjid yang dikelompokkan menjadi: masjid umum, masjid menuju sadar difabel, masjid sadar difabel, dan masjid ramah difabel.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here