z-logo
open-access-imgOpen Access
HIJAB DAN TUBUH YANG PATUH PEREMPUAN SALAFI DI KOTA MALANG
Author(s) -
Titi Fitrianita
Publication year - 2019
Publication title -
jurnal sosiologi reflektif
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2528-4177
pISSN - 1978-0362
DOI - 10.14421/jsr.v13i1.1296
Subject(s) - islam , humanities , symbol (formal) , ideal (ethics) , sociology , religious studies , gender studies , art , political science , philosophy , theology , law , linguistics
For moslem hijab is pious symbol and submission to God. Using genealogy approach and Foucaults’s power and knowledge, this paper explains about salafi’s hijab concept and its consequences on women’s life. One of  salafi’s doctrine  is hijab. Salafi women embracing hijab based on salafi’s rule as an ideal shape and type of hijab, although Islam does not establish the specific rules about it. This research reveals that hijab is related to the roles of women in public and domestic area. There are three forms of compliance. First,  covering face with cadar and wearing black dresses are major principle. Second, men and women are forbidden to stay at a one place without covering. Third, staying at home for women is obligatory. At the end, the hijab has became source of domestication on women salafi.  Hijab bagi perempuan di dalam Islam berarti ketundukan pada perintah Tuhan dan dalam taraf tertentu secara sosial menunjukkan kesalehan. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan genealogi yang berfokus kepada pelacakan kekuasaan dan pengetahuan yang dikembangkan oleh Foucault. Tulisan ini melakukan pelacakan diskursus hijab pada perempuan salafi dan konsekuensinya. Salah satu ajaran paling utama dalam kelompok salafi adalah hijab. Perempuan salafi melaksanakan interpretasi hijab kelompok salafi sebagai tipe dan bentuk yang ideal meskipun Islam tidak secara spesifik menggambarkannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wacana hijab dijalankan perempuan salafi tanpa paksaan sehingga mereka selalu menempatkan dirinya di area domestik dan membatasi dirinya sendiri pada area publik. Ada tiga bentuk efek hijab yang membentuk kepatuhan. Pertama, menutup muka dan berpakaian berwarna gelap adalah sebuah keutamaan. Kedua, ikhtilat adalah haram. Ketiga, berdiam diri di dalam rumah adalah syariat. Diskursus hijab yang dipercayai kebenarannya menjadi sumber domestifikasi perempuan salafi.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here