
Gerakan Oposisi Islam Masa Reformasi (Studi Terhadap Majelis Mujahidin Indonesia)
Author(s) -
Syaifudin Zuhri
Publication year - 2017
Publication title -
jurnal sosiologi agama/jurnal sosiologi agama
Language(s) - Turkish
Resource type - Journals
eISSN - 2548-477X
pISSN - 1978-4457
DOI - 10.14421/jsa.2007.011-04
Subject(s) - political science , islam , humanities , sociology , theology , philosophy
Gerakan oposisi MMI, memiliki tiga kekhasan, yaitu: dari aspek gagasan politik, gagasan MMI yang diantaranya pertama, MMI berkeyakinan bahwa Islam mengatur persoalan negara. Argumen ini didasarkan pada konsepsi bahwa Islam telah mengatur semua sendi kehidupan manusia, dari masalah duniawi sampai ukhrawi. Oleh karena itu, Islam bagi MMI adalah entitas yang tidak bisa dipisahkan dari negara (al-islam huwa al din wa al-dawlah). Kedua, pandangan penyatuan agama dan negara ini pada akhirnya mensyaratkan kedaulatan agama, yakni berupa negara Islam. Ketiga, pandangan MMI tentang pelaksanaan syariah Islam. Resistensi MMI terhadap negara adalah bentuk oposisi yang bekerjasama dengan beroperasi dalam sistem politik yang ada sekaligus oposisi yang berpartisipasi aktif dalam pemerintahan melalui aliansi atau koalisi dengan kekuatan-kekuatan politik.Kata Kunci: Oposisi, Syariah, Khilafah.