z-logo
open-access-imgOpen Access
Konstipasi Fungsional
Author(s) -
Bernie Endyarni,
Badriul Hegar Syarif
Publication year - 2016
Publication title -
aksi spenduyo : majalah smp negeri 2 mendoyo
Language(s) - English
Resource type - Journals
ISSN - 2338-5022
DOI - 10.14238/sp6.2.2004.75-80
Subject(s) - physics
Konstipasi merupakan keadaan yang sering ditemukan pada anak dan dapat menimbulkanmasalah sosial maupun psikologis. Berdasarkan patofisiologis, konstipasi dapatdiklasifikasikan menjadi konstipasi akibat kelainan struktural dan konstipasi fungsional.Konstipasi yang dikeluhkan oleh sebagian besar pasien umumnya konstipasi fungsionalyang dihubungkan dengan adanya gangguan motilitas kolon atau anorektal. Konstipasikronis yaitu kostipasi yang telah berlangsung lebih dari 4 minggu. Dalam mentukanadanya konstipasi terdapat 3 aspek yang perlu diperhatikan, yaitu frekuensi buang airbesar (b.a.b), konsistensi tinja, dan temuan pada pemeriksaan fisis. Para ahligastroenterologi di Eropa dan Amerika telah membuat satu kriteria untuk yangmenentukan adanya konstipasi fungsional, yang dikenal dengan kriteria Roma. Meskipunmasih terus dalam pengkajian, beberapa negara telah menggunakan kriteria tersebutsebagai upaya menentukan adanya konstipasi fungsional. Dalam menangani anak dengankonstipasi perlu ditekankan tentang pentingnya hubungan yang erat antara dokter,orangtua, dan pasien. Pada dasarnya, terapi konstipasi terdiri dari dua fase, yaitu fasepengeluaran masa tinja dan fase pemeliharaan. Catatan harian tentang b.a.b, latihanb.a.b (toilet training), makan makanan berserat, terapi laksatif, serta pendekatan secarapsikiatri/psikologi merupakan upaya yang perlu dilaksanakan untuk memperoleh hasilyang optimal.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here