
Gigitan Ular Berbisa
Author(s) -
Nia Niasari,
Abdul Latief
Publication year - 2016
Publication title -
aksi spenduyo : majalah smp negeri 2 mendoyo
Language(s) - Uzbek
Resource type - Journals
ISSN - 2338-5022
DOI - 10.14238/sp5.3.2003.92-8
Subject(s) - medicine , gynecology
Seorang anak laki-laki, usia 5 tahun 8 bulan dengan diagnosis gigitan ular dengancompartement syndrome dan koagulasi intravaskular diseminata (KID) berdasarkanidentifikasi ular yang menggigit dan manifestasi klinis. Presentasi klinis terdiri dari tandabekas gigitan pada tungkai bawah kanan, rasa nyeri yang makin bertambah , bengkak,ekimosis, bula, compartement syndrome, trombositopenia, anemia, PT, APTT yangmemanjang, dan d-dimer yang meningkat. Bila dilihat dari bentuk ular yang menggigitdan manifestasi klinis yang timbul, yaitu bisa ular yang bersifat sitotoksik, ular yangmengigit adalah famili Viperidae. Derajat berat kasus yang terjadi adalah derajat 4 (major),karena terdapat tanda bekas gigitan, edem yang luas, serta KID.Antibiotik diberikan juga kortikosteroid, bertujuan untuk mencegah efek sampingpemberian anti bisa ular. Fasciotomy dilakukan karena terdapat compartement syndromesetelah itu pasien dirawat di ICU Anak untuk pemantauan lebih lanjut danmempersiapkan apabila diperlukan heparinisasi. Pasien dipulangkan dalam keadaan baiksetelah 3 minggu perawatan.