
Perbedaan Awitan Pubertas pada Anak Perempuan di Perkotaan dan Pedesaan
Author(s) -
Syamsul Azwar,
Rita Evalina Rusli,
Khainir Akbar,
Charles D. Siregar,
Hakimi Hakimi
Publication year - 2016
Publication title -
aksi spenduyo : majalah smp negeri 2 mendoyo
Language(s) - English
Resource type - Journals
ISSN - 2338-5022
DOI - 10.14238/sp3.2.2001.115-8
Subject(s) - humanities , gynecology , political science , medicine , art
Rerata awitan pubertas pada anak perempuan terjadi pada usia 11 tahun dengan rentangusia antara 8-13 tahun. Awitan pubertas didapati berbeda pada anak perempuan yangtinggal di perkotaan dan pedesaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaanrerata awitan pubertas pada anak perempuan perkotaan dan pedesaan. Penelitian inidilakukan secara cross sectional study pada murid perempuan Sekolah Dasar Al-AzharKotamadya Medan (perkotaan) dan murid Sekolah Dasar Negeri Nomor 050577 Binjai(pedesaan). Dilakukan pemeriksaan tingkat perkembangan payudara pada kedua subyekberdasarkan skala Tanner. Analisis statistik menggunakan Student t-test dengan tingkatkemaknaan p < 0,05. Diantara sampel pada 99 anak, awitan pubertas pada anakperempuan perkotaan pada usia 8, 9, 10, 11, dan 12 tahun berturut turut 12,1%; 23,2%;33,3%; 27,3%; dan 4,0% dengan rentang usia 8-12 tahun. Pada anak perempuanpedesaan pubertas didapatkan pada usia 9, 10, 11, 12, dan 14 tahun berturut-turut1,0%; 13,1%; 30,3%; 29,3%; dan 7,1% dengan rentang usia 9 – 14 tahun. Rerata usiaawitan pubertas pada anak perempuan perkotaan 9,88 + 1,07 dan pada anak perempuanpedesaan 11,74 + 1,16 tahun. Terdapat perbedaan yang bermakna antara rerata awitanpubertas anak perempuan perkotaan dan pedesaan, demikian pula antara status giziantara anak perempuan perkotaan dan pedesaan. Kesimpulan, awitan pubertas lebihcepat dialami anak perkotaan dibanding anak perempuan pedesaan.