
Kadar Kortisol Serum sebagai Indikator Prognosis Sepsis pada Anak
Author(s) -
Leny Zabidi,
Moh. Supriatna,
Maria Mexitalia
Publication year - 2016
Publication title -
aksi spenduyo : majalah smp negeri 2 mendoyo
Language(s) - Turkish
Resource type - Journals
ISSN - 2338-5022
DOI - 10.14238/sp17.2.2015.101-6
Subject(s) - medicine , sepsis , gastroenterology
Latar belakang. Salah satu respon utama terhadap stres adalah aktivasi aksis hipotalamus-hipofisis-adrenal, diketahui denganpeningkatkan produksi kortisol.Tujuan. Membuktikan kadar kortisol dapat digunakan sebagai prediktor luaran sepsis.Metode. Penelitian prospektif, dilakukan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Sepsis didiagnosis menurut Konsensus Konfrensi Sepsispada Anak tahun 2005, dikelompokkan sebagai luaran perbaikan dan perburukan. Kortisol serum dianalisis dengan metode ELISA.Uji Mann-Whitney U digunakan untuk menganalisis perbedaan kadar kortisol pada luaran sepsis anak. Kadar kortisol dianalisislebih lanjut menggunakan ROC dan ditentukan titik potong yang optimal.Hasil. Sejumlah 30 anak dengan diagnosis sepsis diikutsertakan dalam penelitian. Kadar kortisol serum subyek berkisar 64,62 – 836,15ng/mL, menunjukkan peningkatan (normal 24 – 229) ng/mL. Median kadar kortisol pada luaran perbaikan 187,05 (64,62-509,08)ng/mL dan pada luaran perburukan 740,91 (299,45-836,15) ng/mL. Terdapat perbedaan bermakna kadar kortisol serum pada luaranperbaikan dan luaran perburukan (p<0,001). Luas area di bawah kurva ROC 0,958, dengan titik potong kadar kortisol 323 ng/mL,RR 48,0 (IK95%:4,304–535,256; p<0,001)Kesimpulan. Kadar serum kortisol lebih dari 323 ng/mL merupakan prediktor luaran perburukan pada sepsis anak.