z-logo
open-access-imgOpen Access
Pemeriksaan Kekeruhan Air Ketuban
Author(s) -
Muhammad Sholeh Kosim
Publication year - 2016
Publication title -
aksi spenduyo : majalah smp negeri 2 mendoyo
Language(s) - English
Resource type - Journals
ISSN - 2338-5022
DOI - 10.14238/sp11.5.2010.379-84
Subject(s) - physics , humanities , philosophy
Air ketuban (AK) adalah cairan jernih dengan warna agak kekuningan yang menyelimuti janin di dalamrahim selama masa kehamilan, berada di dalam kantong ketuban, dan mempunyai banyak fungsi. Airketuban yang berubah menjadi berwarna kehijauan atau kecoklatan, menunjukkan bahwa neonatustelah mengeluarkan mekonium, menjadi petanda bahwa neonatus dalam keadaan stress dan hipoksia.menyebabkan peristaltik usus dan otot sfinter ani relaksasi sehingga mekonium dapat keluar melalui anus.Mekonium merupakan feses pertama janin dan neonatus yang juga mengandung enzim pankreas, asamlemak bebas, orfirin, interleukin-8, fosfolipase A2, biliribun indirek, dan bilirubin direk. Air merupakankomponen terbesar (85%–95%), sehingga kekeruhan AK sebagian besar disebabkan oleh mekonium yangmengandung feses dan asam empedu. Sehubungan keadaan tersebut maka perlu dideteksi adanya feses didalam AK. Pemeriksaan kekeruhan dapat dilakukan secara visual (makroskopik) atau dengan mikrometer danspektrofotometri. Berbagai penelitian mencoba menjawab pertanyaan ini. Di antaranya adalah pemeriksaanspektrofotometri, “meconium crit“, dan “mecometer“ Pemeriksaan feses dapat dilakukan secara konvensionaldengan menggunakan uristiks yang lebih praktis untuk memeriksa komponen kimiawi, untuk berbagaimacam tujuan.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here