
Kepatuhan Berobat dengan Antibiotik Jangka Pendek di Poliklinik Umum Departemen Ilmu Kesehatan Anak Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta
Author(s) -
R.M. Suryo Anggoro K. Wibowo,
Soepardi Soedibyo
Publication year - 2016
Publication title -
aksi spenduyo : majalah smp negeri 2 mendoyo
Language(s) - English
Resource type - Journals
ISSN - 2338-5022
DOI - 10.14238/sp10.3.2008.171-6
Subject(s) - gynecology , medicine
Latar belakang. Kepatuhan berobat (compliance) merupakan masalah kompleks dan multifaktor yang dapat mempengaruhi hasil pengobatan. Sedangkan dampak dari ketidakpatuhan berobat (non-compliance) pada seseorang dapat mengakibatkan kesalahan dalam menilai efektivitas obat, uji diagnostik, perubahan atau penggantian obat, dan perawatan di rumah sakit yang sebenarnya tidak diperlukan.Tujuan. Mengetahui karakteristik pasien rawat jalan dalam kepatuhan menjalankan pengobatan antibiotik jangka pendek.Metode. Studi analitik deskriptif secara potong lintang, dilakukan di Poliklinik Umum Departemen IKA RSCM selama 12 minggu (Februari-April 2008) pada semua orangtua/wali pasien berusia 1 bulan-18 tahun yang mendapat pengobatan antibiotik jangka pendek. Sampel diambil secara consecutive sampling, data diolah dengan program SPSS ver 12 for windows.Hasil. Delapan puluh dua subjek ikut serta dalam penelitian. Angka kejadian kepatuhan berobat (compliance) dalam melaksanakan pengobatan antibiotik jangka pendek 75,6%. Terdapat korelasi kuat antara ”lupa” (adjusted OR 0,086, IK 95%; 0,019-0,378, p=0,001) dan ”sibuk” (adjusted OR 0,023, IK 95%; 0,003-0,153, p=0,000) dengan ketidakpatuhan berobat seseorang.Kesimpulan. Angka kejadian kepatuhan berobat dalam melaksanakan pengobatan antibiotik jangka pendek di Poliklinik Umum IKA RSCM adalah 75,6%. Lupa dan sibuk merupakan dua faktor yang sangat mempengaruhi kepatuhan berobat pasien.