Hubungan Variabilitas Glukosa 72 Jam Pertama Perawatan ICU dengan Mortalitas ICU pada Pasien Kritis
Author(s) -
Elizabeth Yasmine,
Arif Mansjoer,
Dyah Purnamasari,
Hamzah Shatri
Publication year - 2017
Publication title -
jurnal penyakit dalam indonesia
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2549-0621
pISSN - 2406-8969
DOI - 10.7454/jpdi.v3i1.4
Subject(s) - medicine , gynecology
Pendahuluan . Hiperglikemia saat perawatan merupakan faktor risiko yang dapat ditatalaksana dengan optimal untuk menurunkan mortalitas. Penelitian hubungan variabilitas glukosa terhadap mortalitas telah diteliti, namun menggunakan indikator yang bervariasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji hubungan variabilitas glukosa yaitu rerata perubahan glukosa absolut (mean absolute glucose change, MAG) dan simpang baku glukosa terhadap mortalitas pasien kritis. Metode . Studi kohort retrospektif dilakukan pada 280 pasien yang dirawat di intensive care unit (ICU) dan high care unit (HCU) Rumah Sakit dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta periode Januari 2012-Agustus 2013. Variabel MAG dan simpang baku glukosa dibagi menjadi 4 kuartil. Analisis hubungan antara MAG dan simpang baku glukosa dengan mortalitas dilakukan dengan uji chi Square. Untuk mengeluarkan faktor perancu (skor MSOFA, indeks komorbiditas Charlson, hipoglikemia, dan hiperglikemia) dilakukan uji regresi logistik. Hasil . Nilai median MAG dan simpang baku gukosa masing-masing adalah 3,3 mg/dL/jam dan 38,3 mg/dL. Proporsi mortalitas yang lebih tinggi didapatkan pada kuartil atas MAG dan simpang baku glukosa dibandingkan kuartil bawah. Berdasarkan uji chi square, didapatkan hasil OR MAG kuartil atas terhadap mortalitas OR 4,26 (IK 95% 1,98-9,15) dan OR simpang baku glukosa kuartil atas terhadap mortalitas OR 2,78 (IK 95% 1,35-5,71). Setelah dilakukan uji regresi logistik didapatkan fully adjusted OR 3,34 (IK 95% 1,08-10,31) untuk MAG dan 0,90 (IK 95% 0,28-2,88) untuk simpang baku glukosa. Simpulan . Proporsi mortalitas MAG kuartil atas (>8,1 mg/dL/jam) lebih tinggi daripada kuartil bawah ( 59 mg/dL) lebih tinggi daripada kuartil bawah ( 8.1 mg/dL/hour) is higher than lower quartile ( 59 mg/dL) is higher than lower quartile(<22.7 mg/dL), but the difference is not statistically significant. Keywords: glucose standard deviation, glucose variability, mean absolute glucose change, mortality
Accelerating Research
Robert Robinson Avenue,
Oxford Science Park, Oxford
OX4 4GP, United Kingdom
Address
John Eccles HouseRobert Robinson Avenue,
Oxford Science Park, Oxford
OX4 4GP, United Kingdom