Kegagalan Televisi Berjaringan dan Dampaknya pada Demokrasi di Indonesia
Author(s) -
Ade Armando
Publication year - 2017
Publication title -
jurnal komunikasi indonesia
Language(s) - Italian
Resource type - Journals
eISSN - 2406-9221
pISSN - 2301-9816
DOI - 10.7454/jki.v3i1.7845
Subject(s) - political science
Artikel ini menunjukkan bagaimana perkembangan televisi swasta di Indonesia tidak berlangsung sejalan dengan demokratisasi di seluruh Indonesia yang membutuhkan kehadiran stasiun televisi lokal di setiap daerah. Berbeda dengan media cetak dan radio yang terdesentralisasi, industri televisi Indonesia dikuasai lima perusahaan media raksasa yang semua berada di Jakarta. Secara berkelanjutan, perusahaan-perusahaan besar ini berhasil membelokkan arah desentralisasi penyiaran yang seharusnya dapat dicapai melalui siaran berjaringan yang dimandatkan UU Penyiaran 2002. Akibat pengingkaran terhadap kewajiban pengembangan siaran berjaringan ini, perkembangan televisi lokal sulit sekali untuk terjadi. Implikasinya, bukan saja daerah kehilangan kesempatan untuk turut menikmati limpahan manfaat ekonomi dari industri televisi namun juga kehilangan
Accelerating Research
Robert Robinson Avenue,
Oxford Science Park, Oxford
OX4 4GP, United Kingdom
Address
John Eccles HouseRobert Robinson Avenue,
Oxford Science Park, Oxford
OX4 4GP, United Kingdom