z-logo
open-access-imgOpen Access
GEOLOGI DAN UBAHAN HIDROTERMAL SUMUR DANGKAL SWW-2 LAPANGAN PANAS BUMI SUWAWA, BONEBOLANGO - GORONTALO
Author(s) -
Fredi Nanlohi
Publication year - 1970
Publication title -
buletin sumber daya geologi
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2580-1023
pISSN - 1907-5367
DOI - 10.47599/bsdg.v2i2.210
Subject(s) - geology , geomorphology , mineralogy
The stratigraphic of SWW-2 shallow well contain of Alluvial (0-50 m), pyroclastic deposit (50-57.5 m) and altered of andesite (57,5 – 250 m). Fault structures shown in the depth of 140-145 m and 200-210 m, indicated by broken and millonite zones. Hydrothermal alteration with intens to very intens begin from depth of 57.5 m to 250 m, because of argillitization, oxidation, anhydritization with/without chloritization, carbonatization, pyritization, zeolithization, illitization and epidotization processes. The originated of altered mineral is as replacement of preliminary rock minerals and matrix/groundmass, as veins and vug. The intencity of alteration are from weak altered to very intens altered (SM/TM = 20 – 85%). Epidot shawn from the depth of 125 m to 250 m as a replacement occured at temperature of 230°C, as vein and vug at temperature of 260-280°C. Biotite occurred at temperatures of 220°C to more than 325°C, shawn in 100 to 200 m depth. The high temperature of altered mineral probably occurred because of geothermal fluids up from underground to shallow depth through fractures zone as movement effect of the Lombongo and Duano normal fault. Cooling down temperature was originated since the occurrence of high temperature mineral to the actual temperature well up now. The rock units from surface to 57,5 m depth are unaltered to weak altered rock as overburden, from 57.5m to 90 m depth are altered andesite with argillic type of alteration, as cap rock/clay cap, from the depth of 90 m to 125 m are andesite with phyllic type as transition zone and from 125 m to 250 m depth are andesite with propylitic type as reservoir zone, characteristic by occurence of epidot, zeolith, chlorite, quartz and others high altered minerals. S A R I Stratigrafi sumur SWW-2 tersusun oleh endapan aluvial (0-50 m), endapan piroklastika (50-57,5 m) dan andesit terubah (57,5 – 250 m). Gejala struktur sesar ditemukan pada kedalaman 140-145 m dan 200-210 m dicirikan oleh adanya zona hancuran dan milonitisasi. Ubahan hidrotermal dengan intensitas kuat hingga sangat kuat mulai terjadi dari kedalaman 57,5 hingga kedalaman 250 m, disebabkan oleh proses argilitisasi, oksidasi, anhidritisasi dengan/tanpa kloritisasi, karbonatisasi, piritisasi, zeolitisasi ilitisasi dan epidotisasi. Pembentukan batuan ubahan sebagai hasil replacement dari mineral utama pada batuan dan matrik/masa dasar batuan, sebagian terbentuk sebagai urat-urat pengisi rekahan pada batuan (vein) dan vug (pengisi rongga pada batuan). Intensitas ubahan lemah hingga sangat kuat (Perbandingan mineral ubahan terhadap total mineral dalam batuan atau SM/TM= 20-85%). Epidot mulai ditemukan pada kedalaman 125 m, kehadirannya sebagai replacement, terbentuk pada temperatur 230oC dan sebagai vein serta vug terbentuk pada temperatur 260-280oC. Biotit ditemukan dari kedalaman 100-200 m, dapat terbentuk pada 220 oC hingga lebih dari 325oC. Pembentukan mineral ubahan temperatur tinggi ini terjadi karena fluida panas bumi naik hingga kedalaman yang dangkal melalui rekahan-rekahan yang terbentuk oleh pergerakan sesar normal Lombongo dan Duano. Telah terjadi penurunan temperatur reservoir sejak pembentukan mineral temperatur tinggi tersebut disbanding dengan kondisi temperature aktual sumur saat ini. Batuan dari kedalaman 0 – 57,5 m belum mengalami ubahan hidrotermal sampai terubah lemah bersifat sebagai lapisan penutup atau overburden. Dari kedalaman 57,5 – 90 m merupakan andesit terubah dengan tipe ubahan argilik berfungsi sebagai batuan penudung (cap rock/clay cap). Batuan dari kedalaman 90 – 125 m adalah andesit terubah dengan tipe ubahan phyllic merupakan zona transisi dan batuan dari kedalaman 125 – 250 m adalah batuan andesit terubah dengan tipe ubahan propylitic sebagai zona reservoir, dicirikan oleh kehadiran mineral epidot, zeolit, klorit, kuarsa dan mineral lainnya. Geologi dan Ubahan Hidrotermal Sumur Dangkal SWW-2, Suwawa, Bonebolango Gorontalo

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here
Accelerating Research

Address

John Eccles House
Robert Robinson Avenue,
Oxford Science Park, Oxford
OX4 4GP, United Kingdom