Aktivitas Hepatoprotektif Ekstrak Kunyit (Curcuma domestica Val.) dan Ekstrak Meniran (Phyllantus niruri Linn.) Pada Tikus yang Diinduksi Parasetamol Kajian Histopatologi Liver
Author(s) -
Agil Novianto,
Arief Nurrochmad,
Ika Puspitasari
Publication year - 2019
Publication title -
jurnal farmasi (journal of pharmacy)
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2656-8950
pISSN - 2302-7436
DOI - 10.37013/jf.v3i1.21
Subject(s) - phyllanthus , traditional medicine , curcuma , biology , medicine
Curcuma domestica dan Phyllanthus niruri adalah dua tanaman yang telah terbukti memiliki efek hepatoprotektif. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui studi mekanisme hepatoprotektif dari kombinasi ekstrak Curcuma domestica dan Phyllanthus niruri dengan hewan yang diinduksi parasetamol. Hewan dibagi menjadi 8 kelompok secara acak masingmasing 5 tikus. Kelompok yang normal adalah aquadest, kelompok negatif (Parasetamol) adalah CMC Na 0,5%, kelompok positif diberi silimarin dengan dosis 100 mg / kg kelompok Curcuma domestica dengan dosis 100 mg/kg, kelompok Phyllanthus niruri dengan 200 mg/kg BB serta kombinasi I-III dengan Curcuma domestica dan Phyllanthus niruri perbandingan ekstrak masing-masing 75: 50; 50: 100; dan 25: 150 mg / kg di BW. Persiapan uji diberikan selama 7 hari. Pada hari ke-7, semua kelompok kecuali yang normal diinduksi dengan parasetamol tunggal dose 2.5 g / kg untuk peroral 30 menit setelah pemberian persiapan tes. Aktivitas hepatoprotektif dianalisis menggunakan histopatologi hati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi I dapat menghambat nekrosis hati dan memberikan aktivitas hepatoprotektif baik dibandingkan dengan dosis tunggal dengan Curcuma domestica optimal dan ekstrak Phyllanthus niruri dosis 75 dan 50 mg/kg
Accelerating Research
Robert Robinson Avenue,
Oxford Science Park, Oxford
OX4 4GP, United Kingdom
Address
John Eccles HouseRobert Robinson Avenue,
Oxford Science Park, Oxford
OX4 4GP, United Kingdom