z-logo
open-access-imgOpen Access
SYEKH YUSUF: PAHLAWAN NASIONAL DUA BANGSA LINTAS BENUA
Author(s) -
Syahrir Kila
Publication year - 2019
Publication title -
walasuji jurnal sejarah dan budaya
Language(s) - Italian
Resource type - Journals
eISSN - 2502-2229
pISSN - 1907-3038
DOI - 10.36869/wjsb.v9i2.44
Subject(s) - humanities , art , political science
Kajian ini bertujuan untuk memaparkan tentang Perjuangan Syekh Yusuf di Banten. Ia dikenal sebagai ulama besar yang berasal dari Makassar, namun sebagian besar hidupnya diabdikan di kampung orang, yaitu Banten. Kajian ini menggunakan metode sejarah dengan empat langkah sistematis. Pencarian datanya lebih banyak bertumpuh pada studi literatur melalui beberapa perpustakaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa di Banten, ia menjadi penasehat utama Sultan Ageng Tirtayasa (mufti). Awalnya hanya mengembangkan agama Islam, namun karena perkembangan politik di Banten menyebabkan beliau harus berjuang membantu mertuanya melawan VOC yang bersekutu dengan anak kandungnya, Sultan Haji. Beliau ditangkap VOC lalu dibuang ke Sailon dan Afrika Selatan. Ia meninggal dunia pada 1699 dalam usia 73 tahun. Tahun 1995, atau 296 tahun kemudian barulah Indonesia memberikan gelar Pahlawan Nasional, dan tahun 2009 atau 310 tahun setelah meninggalnya, Afrika Selatan juga memberikan gelar Pahlawan Nasional.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here
Accelerating Research

Address

John Eccles House
Robert Robinson Avenue,
Oxford Science Park, Oxford
OX4 4GP, United Kingdom