z-logo
open-access-imgOpen Access
Upaya Meningkatkan Mutu Lembaga Pendidikan Melalui Sistem Akreditasi Dalam Perspektif Total Quality Management (TQM) Di SD Muhammadiyah Karangbendo Bantul
Author(s) -
Luthfi Rahman
Publication year - 2020
Publication title -
jurnal intelektual jurnal pendidikan dan studi keislaman
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2685-4155
pISSN - 1979-2050
DOI - 10.33367/ji.v10i2.1270
Subject(s) - accreditation , documentation , total quality management , certification and accreditation , quality (philosophy) , process (computing) , data collection , medical education , computer science , engineering , operations management , medicine , mathematics , statistics , philosophy , epistemology , lean manufacturing , programming language , operating system
Accreditation is an activity for evaluating the feasibility of a program in an education based on predetermined criteria. This accreditation is applied as an evaluation material and also controls the quality of education. However, even though the accreditation system has been developed and formulated in such a way, not many schools have been able to implement the existing instruments in the accreditation to improve the quality of their educational institutions. Many schools have not utilized the existing systems and instruments in accreditation optimally. Therefore, the implementation of accreditation in schools also requires an approach so that the process can run optimally. That approach is called by Total Quality Management (TQM). This research is a qualitative descriptive study. Data collection techniques through observation, documentation, and interviews. The results of this study found that accreditation in the TQM perspective contains the principles, among others: First, accreditation contains standards that are used as reference for implementation; Second, the school utilizes the assessment instruments that are in the accreditation to monitor the ongoing education services (monitoring and evaluation); Third, school accreditation is used to identify deficiencies in schools (deviations); Fourth, accreditation is used as a reference to continuously improve the quality of their schools. Key Word: Quality of Education, School Accreditation, Total Quality Management (TQM). Abstrak Akreditasi merupakan sebuah kegiatan penilaian kelayakan program dalam tiap satuan pendidikan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Sistem penilaian melalui akreditasi ini diberlakukan sebagai bahan untuk pengendalian mutu penyelenggaraan pendidikan. Sistem ini juga sebagai tolak ukur penyelenggaraan pendidikan di setiap jenjangnya. Akan tetapi, sekalipun sistem akreditasi telah diformulasi sedemikian rupa, namun pada pelaksanaannya belum banyak sekolah yang mampu memanfaatkan instrumen yang ada di dalamnya untuk meningkatkan mutu lembaga pendidikannya secara optimal. Karenanya, implementasi akreditasi di sekolah juga memerlukan sebuah pendekatan agar dalam prosesnya dapat berjalan secara maksimal. Pendekatan itu disebut dengan konsep Total Quality Management (TQM). Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian deskriptif-kualitatif, dengan teknik pengumpulan data didapat melalui observasi, dokumentasi, serta wawancara. Upaya Meningkatkan Mutu Lembaga Pendidikan Islam melalui Sistem Akreditasi dalam Perspektif Total Quality Management (TQM) di SD Muhammadiyah Karangbendo Bantul Oleh: Luthfi Zihni Rahman Jurnal Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman Volume 10, Nomor 2, Agustus 2020 P ag e2 0 2 Dari penelitian ini didapatkan bahwa akreditasi dalam perspektif TQM memuat prinsip-prinsip antara lain: Pertama, akreditasi memuat standar yang dijadikan acuan pelaksanaan; Kedua, sekolah memanfaatkan instrumen-instrumen penilaian yang ada di dalam akreditasi untuk memonitor pelayanan pendidikan yang berjalan (monitoring dan evaluasi); Ketiga, akreditasi sekolah digunakan untuk mengidentifikasi kekurangan yang ada di sekolah (deviasi); Keempat, akreditasi digunakan sebagai acuan untuk meningkatkan mutu sekolah mereka secara berkelanjutan. Kata Kunci: Akreditasi Sekolah, Mutu Pendidikan, Total Quality Management (TQM). Pendahuluan Pendidikan nasional memiliki fungsi mengembangkan segenap potensi dan kemampuan, meningkatkan kualitas kehidupan, serta mengangkat martabat manusia dalam rangka mewujudkan tujuan negara yakni mencerdaskan kehidupan bangsanya. Untuk mencapai itu, para pemangku kebijakan pendidikan di Indonesia kemudian merumuskan tentang hal-hal apa saja yang dibutuhkan bagi peserta didik pada tiap tingkat satuan pendidikan. Untuk mencapai tujuan itu, kemudian disusunlah seperangkat aturan yang menjelaskan bagaimana seharusnya sistem pendidikan di Indonesia berjalan. Rumusan itu selanjutnya dituangkan ke dalam Standar Nasional Pendidikan. Standar Nasional Pendidikan adalah seperangkat kriteria pelayanan minimal pelaksanaan pendidikan yang wajib dilaksanakan oleh setiap penyelenggara pendidikan di tiap jenjangnya. Dalam pelaksanaannya, 1 “UU20-2003Sisdiknas.Pdf,” n.d. instrumen itu diperlukan sebagai bahan penilaian bagi setiap penyelenggara pendidikan. Instrumen penilaian itu kemudian disebut dengan akreditasi. Dalam beberapa rujukan, akreditasi dapat diartikan sebagai sebuah kegiatan penilaian kelayakan program di tiap satuan pendidikan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Akreditasi ini diberlakukan sebagai bahan penilaian dan juga pengendalian mutu penyelenggaraan pendidikan. Hal ini juga sebagai tolok ukur penyelenggaraan pendidikan di setiap jenjangya. Akreditasi ini pula yang dijadikan sebagai salah satu indikator untuk melihat sejauh mana kondisi riil yang ada di sekolah dengan standar nasional pendidikan yang sudah dirumuskan. Sistem ini diterapkan di setiap sekolah untuk memacu agar sekolah semakin meningkatkan kapasitasnya. Penilaian di dalam akreditasi sekolah juga berfungsi sebagai bahan monitoring untuk melihat 2 “UU20-2003Sisdiknas.Pdf.” Upaya Meningkatkan Mutu Lembaga Pendidikan Islam melalui Sistem Akreditasi dalam Perspektif Total Quality Management (TQM) di SD Muhammadiyah Karangbendo Bantul Oleh: Luthfi Zihni Rahman Jurnal Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman Volume 10, Nomor 2, Agustus 2020 P ag e2 0 3 sejauh mana pencapaian kemajuan suatu sekolah. Akreditasi ini juga sebagai indikator untuk melihat mutu suatu lembaga pendidikan. Agar pelaksanaan sistem akreditasi dapat berjalan secara terstruktur dan sistematis, perlulah ada sebuah badan yang secara khusus mengatur tentang sistem akreditasi ini yang kemudian dibentuk Badan Akreditasi Nasional (BAN). BAN memiliki tugas dan fungsi untuk melakukan evaluasi dan monitoring terhadap kelayakan penyelenggaraan pendidikan. Di tingkat sekolah/madrasah, badan akreditasi ini disebut dengan Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN S/M). BAN S/M merupakan suatu badan evaluasi independen yang bertugas memberikan ketetapan mengenai kelayakan program dan atau satuan pendidikan, mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga menengah jalur formal dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan yang sudah ditetapkan . Sebuah badan atau lembaga yang bertugas untuk menilai sejauh mana kesesuaian antara nilai-nilai di dalam standar nasional pendidikan dengan praktik pendidikan yang berlangsung di lapangan. Diharapkan, dengan adanya badan atau lembaga khusus yang menangani akreditasi ini, penyelenggaraan pendidikan baik dari 3 “Permendikbud59-2012BAN.Pdf,” n.d. tingkat pendidikan dasar, menengah, hingga pendidikan tinggi, dapat semakin meningkatkan kemampuannya. Akan tetapi, sekalipun sistem akreditasi ini telah disusun sedemikian rupa, namun pada pelaksanaannya belum banyak sekolah yang mampu memanfaatkan intrumen yang ada dalam akreditasi tersebut untuk meningkatkan kapasitas lembaga pendidikannya. Fakta ini terlihat dari masih maraknya sekolah yang memenuhi instrumen akreditasi ketika hendak dilaksanakan kegiatan visitasi semata, dan kemudian kembali tidak berjalan optimal manakala proses visitasi telah usai dilaksanakan. Produktifitas sekolah menjadi meningkat ketika proses akreditasi akan dilakukan yakni dengan penyiapan dokumen sesuai dengan aturan yang ada, namun ketika akreditasi telah usai dilaksanakan produktifitas komponen akan kembali seperti semula . Sekolah terkesan memenuhi kelengkapan akreditasi sekadar untuk formalitas semata dan cenderung sebagai dan belum dilaksanakan secara serius dalam kehidupan sekolah sehari-hari. Karenanya, implementasi akreditasi di sekolah memerlukan sebuah pendekatan agar dalam prosesnya dapat berjalan secara optimal. Pendekatan itu disebut kemudian dikenal 4 Didin Asopwan, “Studi Tentang Akreditasi Dalam Meningkatkan Produktivitas Sekolah” 2, no. 2 (2018): 8. Upaya Meningkatkan Mutu Lembaga Pendidikan Islam melalui Sistem Akreditasi dalam Perspektif Total Quality Management (TQM) di SD Muhammadiyah Karangbendo Bantul Oleh: Luthfi Zihni Rahman Jurnal Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman Volume 10, Nomor 2, Agustus 2020 P ag e2 0 4 dengan konsep Total Quality Management (TQM) atau Manajemen Mutu Terpadu. Secara sederhana, TQM dapat diartikan sebagai suatu pendekatan yang lazim digunakan untuk melakukan perbaikan secara terus menerus. Itu artinya, sebuah sistem yang didekati melalui konsep TQM tidak akan berhenti manakala sistem tersebut sudah berjalan saja, akan tetapi sistem tersebut haruslah memiliki peningkatan secara berkelanjutan. Diharapkan, sistem akreditasi yang dijalankan melalui pendekatan TQM dapat membawa manfaat yang lebih luas bagi sekolah. Secara jangka pendek, manfaat akreditasi sekolah ini dapat dirasakan dengan semakin meningkatnya ketertarikan calon siswa yang berniat mendaftar di sekolah tersebut. Sebab tidak bisa dipungkiri bahwa salah satu pertimbangan peserta didik memilih sekolah ialah dilihat dari status sekolahnya. Sedangkan secara jangka panjang, sistem akreditasi yang dilakukan secara tepat dan benar, diharapkan mampu memacu dan membentuk kualitas peserta didik yang unggul dan berdaya saing.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here
Accelerating Research

Address

John Eccles House
Robert Robinson Avenue,
Oxford Science Park, Oxford
OX4 4GP, United Kingdom