RUANG PRIVASI MENGAMBARKAN PERILAKU AGRESIF PADA REMAJA PRIVATE ROOM DESCRIBE AGGRESSIVE BEHAVIOR IN ADOLESCENCE
Author(s) -
Agus Eko Purnomo,
Dwiyan Dwi Priyanto,
Wiwik Agustina
Publication year - 2017
Publication title -
journal nursing care and biomolecular
Language(s) - Uncategorized
Resource type - Journals
ISSN - 2548-6802
DOI - 10.32700/jnc.v1i1.12
Subject(s) - humanities , psychology , physics , developmental psychology , art
Tindakan kekerasan yang dilakukan remaja semakin meningkat, penyebab agresif meliputi keadaan homestatis, biologis, lingkungan, dan sosial. Penelitian ini merupakan penelitian korelatif, yang bertujuan untuk menganalisa hubungan antara ruang privasi dengan perilaku agresif remaja dengan 47 responden sesuai dengan kriteria. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruh responden memiliki ruang privasi kategori baik yaitu 36 orang (75,59%), sebagian besar responden yaitu 25 orang (53,19%) berperilaku agresif ringan. Pada analisis Spearman, menunjukan tidak ada hubungan signifikan antara ruang privasi dengan perilaku agresif remaja, hasil tersebut dimungkinkan karena ada faktor lain yang lebih mendukung seperti pola asuh, kekerabatan, tuna wisma, yatim piatu, pendidikan rendah, media komunikasi masal dan sebagainya. Saran penelitian ini bagi orang tua agar memperhatikan kebutuhan seorang remaja yang mencari ideal diri dengan memberikan ruang yang memenuhi kebutuhan meskipun dalam kondisi yang standar.
Accelerating Research
Robert Robinson Avenue,
Oxford Science Park, Oxford
OX4 4GP, United Kingdom
Address
John Eccles HouseRobert Robinson Avenue,
Oxford Science Park, Oxford
OX4 4GP, United Kingdom