TITIK KRITIS DALAM SKEMA SERTIFIKASI PRODUK ELEKTRIK-ELEKTRONIK DI INDONESIA
Author(s) -
Endi Hari Purwanto,
Suprapto Suprapto
Publication year - 2018
Publication title -
jurnal standardisasi
Language(s) - Uncategorized
Resource type - Journals
eISSN - 2337-5833
pISSN - 1411-0822
DOI - 10.31153/js.v19i2.583
Subject(s) - physics , humanities , philosophy
Skema sertifikasi merupakan kondisi pra-pasar dari proses jaminan mutu suatu produk. Fenomena menunjukkan bahwa meskipun sudah diberlakukan secara wajib masih ada produk elektrik-elektronik (EE) yang tidak memenuhi syarat SNI. Ada lebih kurang 13% dari 10 produk (petikan) tidak memenuhi syarat SNI. Penelitian ini bertujuan mencari titik kritis skema sertifikasi produk EE. Metode yang digunakan adalah survei dengan alat bantu kuesioner dan diskusi dengan pakar. Hasil menunjukkan bahwa titik kritis yang paling penting diperhatikan bagi setiap lembaga sertifikasi produk dalam menyusun skema sertifikasi adalah 1) survailen pasar, 2) validitas hasil laboratorium uji, 3) LSPro menunjuk auditor tidak kompeten, 4) Proses pengambilan contoh, 5) Kalibrasi alat ukur dan 6) Penjadwalan wittness yang tidak mencakup. Dalam penyusunan skema sertifikasi diharapkan Pemerintah dapat memperhatikan prinsip dan poin kritis seperti yang telah disebutkan di atas.
Accelerating Research
Robert Robinson Avenue,
Oxford Science Park, Oxford
OX4 4GP, United Kingdom
Address
John Eccles HouseRobert Robinson Avenue,
Oxford Science Park, Oxford
OX4 4GP, United Kingdom