Analisis Biaya Medis Langsung Pasien Hemodialisa di Rumah Sakit X Wilayah Bekasi
Author(s) -
Iin Ruliana Rohenti,
Hesty Utami Rahmadaniati,
Prih Sarnianto
Publication year - 2019
Publication title -
pharmacy jurnal farmasi indonesia (pharmaceutical journal of indonesia)
Language(s) - Italian
Resource type - Journals
eISSN - 2579-910X
pISSN - 1693-3591
DOI - 10.30595/pharmacy.v16i2.5731
Subject(s) - medicine , gynecology
Pasien Penyakit Ginjal Kronik (PGK) tahap akhir diindikasikan untuk memperoleh terapi renal replacement therapy , yaitu dialisis. Dialisis yang dimaksud baik dialisis peritonial maupun hemodialisis. Pembiayaan PGK merupakan peringkat kedua pembiayaan terbesar dari BPJS kesehatan setelah penyakit jantung. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengobatan dan biaya rata-rata menurut perspektif rumah sakit dibandingkan dengan tarif INA CBGs pada pasien PGK yang menjalani hemodialisa rawat jalan di RS X. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pendekatan c ross sectional (retrospektif) menggunakan dokumen rekam medis, data keuangan, dan data pengobatan pasien. Analisis biaya membandingkan biaya riil dengan biaya ideal menggunakan uji Wilcoxon. Data penelitian adalah data kuantitatif. Sampel penelitian ini berjumlah 74 pasien. Hasil penelitian ini menunjukkan biaya riil untuk satu kali kunjungan hemodialisa di RS X adalah sebesar Rp705.523,00. Besaran tarif INA CBGs untuk hemodialisa rumah sakit pemerintah kelas B adalah Rp879.100,00. Biaya ideal untuk manajemen terapi anemia sebesar Rp1.056.946,00. Analisis biaya riil dengan ideal menyatakan perbedaan bermakna dengan nilai p<0,05 (p=0,018). Biaya riil lebih rendah dari pada tarif INA CBGs. Biaya ideal lebih tinggi daripada tarif INA CBGs.
Accelerating Research
Robert Robinson Avenue,
Oxford Science Park, Oxford
OX4 4GP, United Kingdom
Address
John Eccles HouseRobert Robinson Avenue,
Oxford Science Park, Oxford
OX4 4GP, United Kingdom