PENGEMBANGAN KARAKTER RASA TANGGUNGJAWAB MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN VALUE CLARIFICATION TECHNIQUE (VCT) PADA MAHASISWA TINGKAT I PROGRAM STUDI PGSD FKIP UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI
Author(s) -
Bambang Soenarko
Publication year - 2016
Language(s) - English
DOI - 10.29407/e.v3i2.485
Today the life of the Indonesian people to experience a friction in values. This condition is then said to moral decadence, which marked the rise of crime and deviant behavior, the perpetrator of the younger generation, in addition to children and parents, even with the title of community leaders and officials. Increasingly felt moral decline to a level that is quite disturbing classified as "immoral". These conditions require the need for the development of the characters' sense of responsibility through the use of learning model Clarification Technique (VCT). VCT learning model as affective learning model that aims to improve the ability to make moral judgments in a way to provide stimulation in the form of moral dilemmas that come from social problems in life. The aim of this study reveal that "The use of the learning model VCT provides better effect on morality, especially the characters' sense of responsibility in students PGSD study program, rather than the use of conventional learning model". Results of helpful evidence to provide input/alternative models that can be used by teachers in the field. This study uses a pretestposttest control group design, in the form of learning models VCT treatment. The treatment effect in the form of character Taste responsibility on students of the University FKIP PGSD Nusantara PGRI Kediri. Furthermore, the data will be analyzed by ttests comparative analysis. From the research findings of significant differences, which means the use of the learning model VCT provides better effect than conventional models. Keywords: VCT, the characters' sense of responsibility Abstrak: Dewasa ini kehidupan bangsa Indonesia mengalami pergeseran nilai. Kondisi ini yang kemudian dikatakan dekadensi moral, yang ditandai maraknya tindak kriminalitas dan perilaku menyimpang, yang pelakunya para generasi muda, disamping anakanak dan orang tua, bahkan penyandang predikat tokoh masyarakat dan pejabat. Kemerosotan moral kian terasa sampai pada tingkat yang cukup meresahkan yang tergolong “amoral”. Kondisi ini menuntut perlunya pengembangan karakter rasa tanggungjawab melalui penggunaan model pembelajaran Clarification Technique (VCT). Model pembelajaran VCT sebagai model pembelajaran afektif yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan melakukan pertimbangan moral dengan cara memberi stimulasi berupa dilema moral yang bersumber dari masalah social dalam kehidupan. Penelitian ini bertujuan mengungkap bahwa ”Pengunaan model pembelajaran VCT memberikan pengaruh lebih baik terhadap moralitas khususnya karakter rasa tanggungjawab pada mahasiswa Program studi PGSD, dibanding penggunaan model pembelajaran konvensional”. Hasil pembuktian bermanfaat untuk memberikan masukan/ alternative model yang dapat digunakan para guru di lapangan. Penelitian ini menggunakan Pretestpostest Control Group Design, perlakuan berupa model pembelajaran VCT. Efek perlakuan berupa karakter Rasa Tanggungjawab pada mahasiswa program studi PGSD FKIP Universitas Nusantara PGRI Kediri. Selanjutnya datadata akan dianalisis dengan teknik analisis komparasi ttes. Dari hasil penelitian diperoleh temuan adanya perbedaan secara signifikan, yang berarti penggunaan model pembelajaran VCT memberikan pengaruh lebih baik dibanding model konvensional. Kata kunci: VCT, karakter rasa tanggungjawab
Accelerating Research
Robert Robinson Avenue,
Oxford Science Park, Oxford
OX4 4GP, United Kingdom
Address
John Eccles HouseRobert Robinson Avenue,
Oxford Science Park, Oxford
OX4 4GP, United Kingdom