z-logo
open-access-imgOpen Access
FENOMENA PENGGUNAAN UNGGAH-UNGGUH BASA JAWA KALANGAN SISWA SMK DI SURAKARTA
Author(s) -
Bagus Wahyu Setyawan
Publication year - 2019
Publication title -
widyaparwa
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2528-1089
pISSN - 0215-9171
DOI - 10.26499/wdprw.v46i2.200
Subject(s) - psychology , mistake , humanities , art , political science , law
Era globalisasi apabila tidak disikapi secara bijak akan membawa dampak negatif, utamanya bagi para pemuda. Banyak siswa yang tidak mengerti mengenai cara menghormati orang lain, utamanya ketika berinteraksi dengan orang lain. Hal ini terlihat dari penggunaan bahasa siswa di SMK di Surakarta yang masih belum memahami ragam bahasa Jawa yang baik dan benar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan mengenai fenomena penggunaan ragam bahasa Jawa siswa SMK. Sumber data berupa penggunaan ragam bahasa Jawa di beberapa SMK di Surakarta. Proses pengambilan data dengan observasi dan wawancara mendalam. Dari hasil penelitian ditemukan masih banyak kesalahan penggunaan ragam bahasa di kalangan siswa. Penyebabnya ialah siswa tidak dibiasakannya berbahasa kromo inggil (bahasa Jawa: krama inggil ) oleh orang tua, kurangya kerja sama antara pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat. Juga belum adanya model pendidikan mengenai unggah-ungguh basa yang dirasa cocok. Dengan demikian, masih banyak ditemukan penggunaan unggah-ungguh basa yang keliru di kalangan siswa. Globalization era if didn’t accepted wisely will bringing negative effect, especially for young generation. More students didn’t know how to respected the other, especially when interaction with the other. This condition can be look from language using of Vocational School student in Surakarta which still didn’t understand the use of good and right Javanese language. This research aimed to describe and explain about the phenomenon of the using of Javanese language variety in Vocational School in Surakarta. Data collected process using observation and in-depth interview. From result of research find that still many language error from student. The factor are didn’t familiar to use of krama inggil in family, the lack of compromise within the school side, parents, and society. Also there is no educational model which match unggah-ungguh basa learning. So, there are still many find the using of unggah-ungguh basa error from Vocational School student .

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here
Accelerating Research

Address

John Eccles House
Robert Robinson Avenue,
Oxford Science Park, Oxford
OX4 4GP, United Kingdom