z-logo
open-access-imgOpen Access
PENGEMBANGAN MEDIA BERBASIS POP UP BOOK UNTUK PEMBELAJARAN IPA DI MTs RAUDHATUT THALIBIN
Author(s) -
Zainorrahman Zainorrahman,
Lutfiana Fazat Azizah,
Kadarisman Kadarisman
Publication year - 2019
Publication title -
alpen jurnal pendidikan dasar
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2580-9075
pISSN - 2580-6890
DOI - 10.24929/alpen.v2i2.21
Subject(s) - humanities , psychology , physics , art
Students will achieve learning objectives well if learning in school is adequate. One way to meet the lack of facilities is to develop a Pop Up Book based of media. The purpose of this study is to determine the feasibility of Pop Up Book media and student responses to learning media based on Pop Up Book. Pop Up Book is a book that displays one object in the form of moving images when the page is opened. This observation is done in MTs Raudhatut Thalibin Kolor Sumenep with student population as much 26 people. Research type is Research and Development (R & D) using Thiagarajan’s 4D model consisting of (define, design, develop, and desseminate). The research instruments used are validation instrument, design validation instrument, instrument validation format, and student response questionnaire. Data of research result are (1) media eligibility of Pop Up Of The Study of material validation, design validation, and validation format with average value of 91,25% with very feasible category; and (2) student's response is 98,96% with very good category. Keyword: Media, Pop Up Book, Student’s response Mata pelajaran IPA merupakan salah satu mata pelajaran yang dianggap sulit oleh kebanyakan siswa. Hal ini dikarenkan mata pelajaran IPA mengandung 3 disiplin illmu yaitu biologi, kimia, dan fisika. Tiga disiplin ilmu tersebut merupakan ilmu teoritis yang diperoleh dari penelitian terhadap gejalagejala alam, sebagaimana pendapat (Aly & Rahma, 2009) bahwa IPA merupakan ilmu teoritis yang berdasarkan pengamatan, percobaan terhadap gejala alam. Oleh karena itu, maka seorang guru IPA harus memiliki kemampuan untuk mengamati gejala-gejala alam, sehingga teori atau konsep yang diajarkan pada siswa dapat dikaitkan dengan gejala alam atau temuan di alam. Banyak cara yang dapat digunakan oleh guru untuk menghubungkan antara materi pelajaran IPA dengan temuan di alam, salah satunya Universitas Wiraraja zainurrahman199@gmail.com1,rumahkuindonesia@gmail.com2,kdarisman84@gmail.com3 ALPEN: Jurnal Pendidikan Dasar Volume 2, No. 2, Juli-Desember 2018 pISSN 2580-6890 eISSN 2580-9075 100 yaitu dengan menggunakan media. Media merupakan perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan (Musfiqon, 2012). Media juga dapat dijadikan sebagai penghubung antara materi dengan temuan alam dengan cara mencantumkan konten/ gambar yang sesuai dengan materi, sehingga siswa lebih mudah untuk memahami materi serta mengingatnya dalam jangka panjang. Hasil wawancara serta observasi lapangan pada tanggal 12 Januari 2018 di MTs Raudhatut Thalibin Kolor sumenep Kelas VII Semester 2 bahwa (1) kurangnya keterampilan guru dalam menggunakan media pembelajaran, hal ini terbukti bahwa guru tidak pernah menggunakan media gambar maupun audio dalam proses pembelajaran. Kurangnya keterampilan guru dalam menggunakan media juga dipengaruhi oleh minimnya media pembelajaran yang disediakan oleh pihak sekolah. Sekolah hanya menyediakan papan tulis serta buku paket yang jumlahnya tidak sesuai dengan kriteria minimum sarana pembelajaran di sekolah seperti yang sudah tertera pada tabel 1. Tabel 1 Kriteria Minimum Sarana Pembelajaran di Sekolah No Rombongan Belajar Kriteria 1 3 – 27 Rombongan Sangat Baik 2 2 Rombongan Baik 3 1 Rombongan Kurang 4 <1 Rombongan Sangat Kurang Sumber : Diadaptasi dari (Kementrian Pendidikan Nasional Republik Indonesia, 2007) MTs Raudhatut Thalibin Kelas VII berada pada kriteria sangat kurang berdasarkan jumlah sarana yang dimilikinya. Tiga orang siswa tidak memperoleh buku paket serta beberapa buku paket yang dimiliki siswa berada pada kondisi tidak layak pakai (rusak). (2) Keaktifan siswa masih minim, hal ini terbukti bahwa terdapat 3 siswa dari 26 siswa yang aktif bertanya kepada guru dan teman sebelah mengenai materi pelajaran serta aktif dalam mencatat pelajaran. Hasil wawancara guru juga menjelaskan bahwa kendala yang dihadapi guru pada saat pembelajarana berlangsung yaitu siswa tidak mendengarkan penjelasan guru, beberapa siswa sibuk dengan kegiatan sendiri, dan kebanyakan siswa tidak mencatat materi pelajaran karena malas. Observasi juga dilakukan dengan pemberian angket pada Tanggal 10 Januari 2018 kepada siswa. Data yang diperoleh dari penyebaran angket yaitu (1) guru tidak pernah menggunakan media gambar maupun audio (68,19%), lebih mudah mengerti jika menggunakan media (54,54%), membutuhkan media untuk meningkatkan pemahaman IPA (68,18%). (2) Tidak memperhatikan penjelasan guru (18%), berbicara saat guru menjelaskan (45%), tidak bertanya pada guru (23%), dan tidak bertanya pada teman (32%). Siswa Kelas VII MTs Raudhatut Thalibin Kolor Sumenep merupakan santri pondok yang kesehariannya ditekakan untuk memperbanyak membaca, hal ini terbukti bahwa terdapat koleksi buku yang disediakan pada beberapa lokasi seperti musollah, perpustakaan sekolah, perpustaan pondok, dan kantor. Buku-buku yang dikoleksi mayoritas buku yang bergambar seperti kamus bergambar, ensiklopedia, fiqih flora, dan lain-lain. Salah satu alternatif untuk mengatasi permsalahan tersebut yaitu dengan cara mengembangkan media Pop Up Book. Andung (2017) menjelaskan bahwa Pop Up Book merupakan buku yang ALPEN: Jurnal Pendidikan Dasar Volume 2, No. 2, Juli-Desember 2018 pISSN 2580-6890 eISSN 2580-9075 101 menampilkan satu objek berupa gambar yang bergerak pada saat halamannya dibuka. Gambar-gambar yang diletakkan di dalam Pop Up Book merupakan gambar yang berkaitan dengan materi, sehingga gambar tersebut berfungsi sebagai fisualisasi materi. Gambar pada Pop Up Book dapat bergerak, hal ini dikarenkan adanya perubahan pada konstruksi gambar. Sebagaimana pendapat (Zahro, 2016) bahwa Pop Up Book merupakan sebuah buku yang bagiannya dapat bergerak pada saat dibuka sehingga konstruksi kertas pada halaman berubah. Perubahan konstruksi kertas di sebabkan oleh teknik Pop Up yang digunakan. (Pramesti, 2015) menyebutkan teknikteknik dalam Pop Up Book yaitu Transformations, Volvelles, Peepshow, Pull-tabs, Carousel, Box and cylinder, dan buku tunnel atau dikenla dengan buku terowongan. Oleh sebab itu, maka dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui kelayakan dan respon siswa terhadap media Pop Up Book untuk siswa kelas VII pada mata pelajaran IPA. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model 4D yang terdiri dari 4 tahap yaitu yaitu define, design, develop dan disseminate (Sivasailam Thiagarajan, Semmel, & Semmel, 1974). Penelitian dilakukan di MTs Raudhatut Thalibin Kolor Sumenep dengan jumlah siswa sebanyak 26 orang. Instrumen yang digunakan yaitu instrumen validasi ahli materi, instrumen validasi ahli desain, instrumen validasi ahli format, dan angket respon siswa. Sedangkan teknik analisi yang digunakan yaitu analisis respon siswa. Data yang diperoleh dari penelitian ini berupa data respon siswa yang diperoleh dari sebaran angket menggunakan skala likert. Rumus persentase yang digunakan yaitu sebagai berikut: = ∑∑x 100% Keterangan: P= Persentase ∑xi= jumlah total skor yang diperoleh ∑x= jumlah skor ideal HASIL Hasil dari penelitian ini berupa data respon siswa terhadap media Pop Up Book yang dikembangkan. Pengambilan data respon siswa dilakukan sebanyak dua tahap, yaitu tahap Initial Testing dan Quantutative Testing. Tahap Initial Testing menghasilkan data kualitatif, sedangkan tahap Quantutative Testing menghasilkan data kuantitatif. Initial Testing dilakukan dengan cara simulasi produk pada siswa dalam kelas kecil yang berjumlah 5 siswa pada Tanggal 15 Mei 2018. Hasil yang diperoleh dari tahap Initial Testing yaitu media Pop Up Book mudah untuk digunakan, petunjuk penggunaan media Pop Up Book sudah jelas, warna yang digunakan dalam media Pop Up Book sudah menarik, gambar yang digunakan dalam media Pop Up Book sudah menarik, materi yang dipaparkan di dalam media Pop Up Book mudah untuk dimengerti/ dipahami, dan audio dalam media Pop Up Book sudah jelas. Sedangkan Quantutative Testing dilakukan pada tanggal 16 Mei 2018 dengan cara membagikan angket respon ALPEN: Jurnal Pendidikan Dasar Volume 2, No. 2, Juli-Desember 2018 pISSN 2580-6890 eISSN 2580-9075 102 pada 26 siswa. Data yang dihasilkan dari tahap Quantutative Testing dapat dilihat pada Gambar 1. Gambar 1. Respon Siswa Gambar 1 menunjukkan persentase respon siswa terhadap media Pop Up Book pada setiap indikator. Persentase tertinggi yaitu 100% dan persentase terendah yaitu 98,96% dengan kategori sangat baik dan dapat digunakan tanpa revisi menurut (Korniawati et al., 2016). PEMBAHASAN Hasil respon siswa terhadap media Pop Up Book pada pernyataan kemenarikan desain cover media sebesar 100% dengan kategori sangat baik tanpa revisi berdasarkan (Korniawati et al., 2016). Cover media didesain menggunakan warna hangat atau cerah dan disertakan gambar pendukung sesuai materi, hal ini dikarenakan objek sasaran dari media yaitu siswa SMP/ MTs sehingga warna-warna yang cerah dapat menstimulus siswa untuk membaca isi media. Sebagaimana pendapat (Monica & Luzar, 2011) salah satu keuntungan penggunaan warna yang tepat yaitu dapat meningkatkan pembaca hingga 40%. Prenyataan Materi dapat dipahami dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari memperoleh persentase sebesar 99% dengan kategori sangat baik dapat digunakan tanpa revisi menurut (Korniawati et al., 2016). Media Pop Up Book yang dikembangkan menyajikan materi serta gambar pendukung yang dapat bergerak pada saat halamannya dibuka. Gambar yang digunakan dalam media Pop Up Book sebagai pendukung untuk menggambarkan pesan yang ingin disampaikan sehingga pengguna media dapat dapat dengan mudah memahami materi. Hal ini sesuai dengan pendapat (Astuti, 2015) bahwa salah satu kelebihan dari media Pop Up Book yaitu dapat mempermudah siswa untuk mengilustrasikan tesk atau cerita. Siswa memberikan respon bahwa media Pop Up Book dapat digunakan di luar maupun di dalam kelas dengan persentase sebesar 99% dengan kategori sangat baik dan dapat digunakan tanpa revisi menurut (Korniawati et al., 2016). Media Pop Up Book yang dikembangkan ole

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here
Accelerating Research

Address

John Eccles House
Robert Robinson Avenue,
Oxford Science Park, Oxford
OX4 4GP, United Kingdom