z-logo
open-access-imgOpen Access
IDENTIFIKASI POTENSI HUTAN MANGROVE SEBAGAI PENGUAT KAWASAN EKOWISATA DI PESISIR BALE-BALE
Author(s) -
Wenang Anugoro,
Muhammad Zainuddin,
Andi Andi
Publication year - 2019
Publication title -
jurnal ipta
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2548-7930
pISSN - 2338-8633
DOI - 10.24843/ipta.2019.v07.i01.p03
Subject(s) - mangrove , transect , vegetation (pathology) , biota , forestry , geography , belt transect , normalized difference vegetation index , environmental science , ecology , biology , climate change , medicine , pathology
Technological advances in UAV (Unmanned Arial Vehicle) photogrammetry have been more efficient and accurate in the field of mapping and monitoring surveys. This study aims to determine the level of potential mangrove forests seen from the density of its vegetation, mangrove species and know how the relationship to marine biota contained in coastal areas bale-bale Batam. The recording data was taken on 26-08-2017. The method used to determine the density is the transformation of the NDVI vegetation index combined with the field transect. the field transect was conducted to see the species and biota of its association contained in each type of mangrove forest vegetation. The results of this study indicate that mangrove in coastal bale-bale has an area of 4.915 Ha, with the potential of mangrove forest area is still in potential condition seen from the extraction vegetation density from the transformation of vegetation index used and with the identification of mangrove species that is Avecennia and Rhizopora, relationship with the type of biota association Ocypodidae, Coenobitadae, and Gobiidae especially for Rhizopora mangrove species, it is because rhizopora is the most dominant type of mangrove in the research location. Abstrak: Kemajuan teknologi dalam fotogrametri UAV (Unmanned Arial Vehicle) telah lebih efisien dan akurat di bidang pemetaan dan pemantauan survei. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat potensi hutan mangrove dilihat dari kepadatan vegetasinya, spesies mangrove dan mengetahui bagaimana hubungannya dengan biota laut yang terdapat di kawasan pesisir bale-bale Batam. Data rekaman diambil pada 26-08-2017. Metode yang digunakan untuk menentukan kepadatan adalah transformasi indeks vegetasi NDVI dikombinasikan dengan transek lapangan. transek lapangan dilakukan untuk melihat spesies dan biota dari keterkaitannya yang terkandung dalam setiap jenis vegetasi hutan mangrove. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mangrove di pesisir bale-bale memiliki luas 4,915 Ha, dengan potensi kawasan hutan mangrove masih dalam kondisi potensial dilihat dari ekstraksi kepadatan vegetasi dari transformasi indeks vegetasi yang digunakan dan dengan identifikasi Spesies mangrove yaitu Avecennia dan Rhizopora, hubungannya dengan jenis asosiasi biota Ocypodidae, Coenobitadae, dan Gobiidae terutama untuk spesies mangrove Rhizopora, karena rhizopora adalah jenis mangrove yang paling dominan di lokasi penelitian. keywords: unmanned arial vehicle, vegetation index, tourism; mangrove, associate biota. Jurnal IPTA p-ISSN : 2338-8633 Vol. 7 No. 1, 2019 e-ISSN : 2548-7930 26 PENDAHULUAN Wilayah pesisir bale-bale yang terletak di kecamatan nongsa pulau batam merupakan salah satu kawasan dengan tutupan vegetasi mangrove yang cukup luas. kawasan mangrove dapat diidentifikasi dengan menggunakan teknologi penginderaan jauh, dimana letak geografi hutan mangrove yang berada pada daerah peralihan darat dan laut memberikan efek perekaman yang khas jika dibandingkan obyek vegetasi darat lainnya (Anurogo et al., 2005). Salah satu penginderaan jauh yang efisien serta akurat digunakan adalah fotogrametri jenis UAV (Anurogo et al, 2017). Vegetasi umumnya bisa dideteksi dengan menggunakan transformasi indeks vegetasi (Danoedoro, 2012). Indeks vegetasi adalah merupakan suatu transformasi matematis yang melibatkan beberapa saluran sekaligus untuk menghasilkan citra baru yang lebih representatif dalam menyajikan aspek-aspek yang berkaitan dengan vegetasi (Danoedoro, 2012). Hasil citra indeks vegetasi dapat diolah lebih lanjut salah satu contohnya adalah penerapan metode transek garis.metode transek merupakan cara yang paling efektif mempelajari perubahan keadaan vegetasi menurut keadaan tanah, topografi, dan elevasi (Campbell, 2004). Sehingga metode transek juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi jenis vegetasi ataupun jenis kehidupan habitat lainnya (Kuenzer et al 2011; Vo et al, 2013). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi mengenai hubungan jenis vegetasi mangrove terhadap biota asosiasi di wilayah pesisir bale-bale dengan metode garis transek. METODE Data yang digunakan adalah hasil perekaman fototgrametri di pesisir bale-bale dengan resolusi 2 px/ich yang diambil pada tanggal 26-08-2017. Adapun Proses penelitian di sajikan dalam diagram alir gambar 1. Gambar 1. Diagram alir penelitian Kawasan wisata pantai bale-bale secara administrasi terletak di Pulau Batam Kota Batam Provinsi Kepuluan Riau dengan cakupan lokasi pada koordinat antara X: 397019 Y: 129634 sampai dengan X: 397220 Y: 129635 dengan koordinat Universal Transvers Mercator (UTM) Zona 48N selatan garis katulistiwa. Lokasi penelitian ditunjukkan pada gambar 2. Gambar 2. Lokasi penelitian Jurnal IPTA p-ISSN : 2338-8633 Vol. 7 No. 1, 2019 e-ISSN : 2548-7930 27 Pemodelan Orthomosaic Pengolahan awal citra hasil perekaman fotogrametri yaitu pembuatan model orthomosaic. Software yang digunakan adalah software pemetaan fotogrametri. Proses pembentukan model orthomosaic meliputi align photo,built dense cloud,built mesh,dan built texture.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here
Accelerating Research

Address

John Eccles House
Robert Robinson Avenue,
Oxford Science Park, Oxford
OX4 4GP, United Kingdom