Naskah Bambu Namanongon Ribut: Salah Satu Teks dari Batak Mandailing yang Tersisa
Author(s) -
Churmatin Nasoichah
Publication year - 2018
Publication title -
berkala arkeologi sangkhakala
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2580-8907
pISSN - 1410-3974
DOI - 10.24832/bas.v16i2.98
Subject(s) - humanities , mantra , art , philosophy , theology
tudies on ancient scripts have been deemed significant nowadays due to past cultural heritage that may provide valuable information on social, cultural, economic, religious, or other aspects. This importance, however, is hampered by the reduced, broken, or sold heritage abroad. This study focuses on an ancient script 'Namanongon Ribut' in the Regency of Mandailing Natal, North Sumatera. Through inductive and qualitative methods, the research has resulted various poems or work of literature of rich meaning such as the making of scripts, messages, and mantra.AbstrakKajian terhadap naskah kuna semakin penting dewasa ini, karena banyak naskah warisan budaya masa lalu yang dapat memberikan informasi penting terhadap berbagai aspek sosial, budaya, ekonomi, religi, maupun aspek lainnya. Padahal keberadaannya semakin berkurang dan kondisinya justru semakin rusak atau bahkan dijual ke negara lain. Studi ini memfokuskan perhatian pada Naskah kuna yang bernama Namanongon Ribut di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Dengan menggunakan metode induktif kualitatif, penelitian menghasilkan berbagai syair atau karya sastra yang memiliki berbagai makna, di antaranya berupa pembuatan naskah, pesan, dan mantra.
Accelerating Research
Robert Robinson Avenue,
Oxford Science Park, Oxford
OX4 4GP, United Kingdom
Address
John Eccles HouseRobert Robinson Avenue,
Oxford Science Park, Oxford
OX4 4GP, United Kingdom