z-logo
open-access-imgOpen Access
Sisa Tradisi Megalitik Pada Budaya Materiil Masyarakat Mandailing
Author(s) -
Nenggih Susilowati
Publication year - 2018
Publication title -
berkala arkeologi sangkhakala
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2580-8907
pISSN - 1410-3974
DOI - 10.24832/bas.v15i1.140
Subject(s) - humanities , art
Megalithic culture or tradition is generally accepted as an animism mixed with the long-disapeared Hindu-Buddha beliefs remains as Islam penetrated. The megalithic concept or cultural elements that have existed and rooted in the followers still show a connection with the past. The material culture contains positive values related with the people. Such values are traditional value, law, democracy, togetherness, and wisdom of the surrounding. Explorative-descriptive reseach method with inductive reasoning is used in this paper.AbstrakSecara umum budaya atau tradisi megalitik yang sering dikaitkan dengan kepercayaan animisme, yang sebagian bercampur dengan sisa-sisa kepercayaan Hindu-Buddha telah lama menghilang dalam kehidupan masyarakat Mandailing, bersamaan dengan masuknya pengaruh Islam. Namun demikian konsep maupun unsur budaya yang pernah ada dan mengakar pada masyarakatnya, menyebabkan sebagian bentuk budaya material maupun tradisinya masih menampakkan hubungan dengan budaya masa lalunya. Di dalam budaya materiil tersebut terkandung nilai-nilai budaya yang positif berkaitan dengan kehidupan masyarakatnya. Nilai-nilai itu meliputi nilai adat, hukum, demokrasi, gotong-royong, dan kearifan terhadap alam lingkungannya. Penulisan bertipe eksploratif-deskriptif menggunakan alur penalaran induktif.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here
Accelerating Research

Address

John Eccles House
Robert Robinson Avenue,
Oxford Science Park, Oxford
OX4 4GP, United Kingdom