PARADOKS DAN SINJUTAS (SINERGI-KEBERLANJUTAN-KETUNTASAN) GERAKAN FILANTROPI DI INDONESIA
Author(s) -
Zaenal Abidin
Publication year - 2016
Publication title -
share social work journal
Language(s) - Italian
Resource type - Journals
eISSN - 2528-1577
pISSN - 2339-0042
DOI - 10.24198/share.v6i2.13201
Subject(s) - humanities , physics , sociology , philosophy
Pembangunan masyarakat berbasis kekuatan potensi lokal menadi isu strategis beberapa tahun belakangan ini. Potensi lokal di nyatakan dalam aktifitas keswadayaan masyarakat dalam berbagai aspek kegiatan di dalam kehidupan bermasyarakat.Wujud keswadayaan tersebut berupa partisipasi pembangunan jembatan, jalan kampung, gedung pertemuan, bahkan sampai dengan kepedulian sosial terhadap sesama. Realitas tersebut menjadi bagian dari kohesi sosial yang tidak dapat dipandang sebelah mata oleh pemerintah, namun kelak menjadi bagian dari penguatan-penguatan peran civil society di Indonesia. Civil Society dapat diartikan sebagai kenyataan dari kehidupan sosial yang terorganisasi yang bersifat sukarela, swadaya, swasembada dan terbebas dari tekanan negara18. Potret gerakan civil society ini di Indonesia berkembang pesat dengan salah satunya dengan munculnya aktifitas dan lembaga filantropi baik dengan aroma agama maupun tidak. Praktik-praktik filantropi baik secara individu, kelompok maupun corporate semakin menggeliat sehingga menjadi pantas bagi kita untuk tidak sekedar percaya, ataupun pasrah dengan kegiatan-kegiatan filantropi tanpa perlu bersikap kritis dengan hal tersebut.
Accelerating Research
Robert Robinson Avenue,
Oxford Science Park, Oxford
OX4 4GP, United Kingdom
Address
John Eccles HouseRobert Robinson Avenue,
Oxford Science Park, Oxford
OX4 4GP, United Kingdom