z-logo
open-access-imgOpen Access
Bayang-bayang World Trade Organization (WTO) dalam Kebijakan Desentralisasi Indonesia
Author(s) -
M. Alamsyah
Publication year - 2012
Publication title -
jurnal bina praja
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2503-3360
pISSN - 2085-4323
DOI - 10.21787/jbp.04.2012.11-20
Subject(s) - humanities , political science , prosperity , decentralization , public administration , law , philosophy
Abstrak Mekanisme sistem dunia seperti yang diperkenalkan oleh Wallerstein, meletakkan harapan akan adanya kemakmuran dan kesejahteraan serta upaya survive dalam perkembangan dan kemajuan dunia adalah dengan mengikuti sistem dunia yang hadir melalui sistem pasar yang merupakan mekanisme terjadinya globalisasi di dunia. Desentralisasi dengan peletakkan kebijakan pada hak asasi dan partisipasi, akan memudahkan agen negara maju untuk melakukan hegemoni dan penetrasi ke wilayah pertahan terakhir negara-negara yang sedang berkembang seperti Indonesia, dikarenakan lemahnya posisi bargaining pada mekanisme tukar yang dalam konteks ekonomi berdiri pada modal dan investasi atas nama pembangunan. Upaya setiap daerah untuk mengejar pundi-pundi kesejahteraan dengan masuk dalam mekanisme global adalah sesuatu yang terlalu terburu-buru disebabkan kondisi ketidaksimbangan yang dialami daerah dalam mekanisme tersebut. Berbagai aturan, yang dalam konteks politik pemerintahan negara pasti akan menempatkan dirinya sebagai bagian yang diuntungkan menyebabkan negara-negara terkebelakang selalu tidak memiliki kemampuan untuk membargaining hasil produksinya melalui diplomasi yang ulet. Organisasi dunia merupakan alat bagi langgeng dan dominanya sebuah kekuatan terlepas bahwa ada sebagian kecil negara yang dapat menikmati hal tersebutmeskipun dalam waktu yang sementara. Abstract Mechanism of the world system as introduced by Wallerstein, lay the hope of prosperity and welfare as well as  efforts to survive and progress in the development of the world is to follow the present world system through  the market system is the mechanism of the onset of globalization in the world. Decentralization by laying down  the policy on human rights and participation, will allow agents to perform the hegemony of developed  countries and penetration into the last defense that countries such as Indonesia is growing, due to a weak  bargaining position in the exchange rate mechanism in the context of the economy and capital investment stood  at over name of development. Any effort to pursue the welfare coffers to enter the global mechanism is  something that too in a hurry due ketidaksimbangan conditions experienced in the area of such a mechanism. Various rules, which in the context of the political government of the country would have established itself as  the beneficiary causes backward countries always lack the ability to membargaining its products through a  tenacious diplomacy. World organization is a tool for lasting and dominanya a force notwithstanding that  there is a small country that can benefit all the time while though.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here
Accelerating Research

Address

John Eccles House
Robert Robinson Avenue,
Oxford Science Park, Oxford
OX4 4GP, United Kingdom