z-logo
open-access-imgOpen Access
Characteristics of Biscuit from Sweet Potato (Ipomoea batatas L.), Fermented Corn (Zea mays) Flour, and Egg Yolk Concentration
Author(s) -
Endrika Widyastuti,
Ricca Claudia,
Teti Estiasih,
Dian Widya Ningtyas
Publication year - 2015
Publication title -
jurnal teknologi pertanian
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2528-2794
pISSN - 1411-5131
DOI - 10.21776/ub.jtp.2015.016.01.02
Subject(s) - ipomoea , zea mays , corn flour , fermentation , yolk , food science , biology , agronomy , botany , bran , raw material , ecology
Biskuit merupakan salah satu produk olahan pangan yang memiliki tekstur renyah dimana kebanyakan dibuat dari bahan baku tepung terigu. Salah satu potensi bahan lokal yang dapat digunakan sebagai pengganti tepung terigu adalah ubi jalar oranye dan jagung. Kedua tanaman ini mengandung karbohidrat yang tinggi serta gizi yang cukup baik sebagai bahan baku pembuatan biskuit. Kelemahan jagung sebagai bahan pembuatan biskuit yaitu adanya anti nutrisi berupa asam fitat sehingga perlu dilakukan proses pendahuluan yaitu fermentasi. Bahan tambahan yang digunakan dalam membantu memperbaiki tekstur biskuit adalah kuning telur. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui proporsi pembuatan biskuit mengunakan tepung ubi jalar oranye, jagung fermentasi dan kuning telur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor. Faktor I adalah proporsi tepung ubi jalar : tepung jagung (50:50%, 70:30%, 90:10%) dan faktor II konsentrasi kuning telur (3, 6, dan 9%). Penentuan perlakuan terbaik menggunakan metode De Garmo. Penambahan konsentrasi kuning telur menunjukkan peningkatan pada kadar air, lemak dan protein. Sedangkan, pada rerata kadar pati dan serat kasar akan menurun seiring dengan meningkatnya konsentrasi kuning telur. Perlakuan terbaik secara fisik kimia diperoleh pada perlakuan proporsi ubi jalar oranye dengan tepung jagung fermentasi 70 : 30 dan konsentrasi kuning telur 9%. Sedangkan biskuit perlakuan terbaik dari segi organoleptik diperoleh pada perlakuan proporsi ubi jalar oranye dengan tepung jagung fermentasi 50 : 50 dan konsentrasi kuning telur 3%. Faktor proporsi tepung ubi jalar oranye dan tepung jagung fermentasi serta konsentrasi kuning telur berpengaruh nyata (α = 5%) terhadap kadar protein, air, serat kasar, lemak, daya patah, pati, kecerahan serta kekuningan biskuit.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here
Accelerating Research

Address

John Eccles House
Robert Robinson Avenue,
Oxford Science Park, Oxford
OX4 4GP, United Kingdom