z-logo
open-access-imgOpen Access
ANALISIS PENGARUH KEBIJAKAN MONETER DAN KEBIJAKAN FISKAL REGIONAL TERHADAP STABILITAS HARGA DAN PERTUMBUHAN EKONOMI REGIONAL DI JAWA TIMUR (PERIODE 1995 - 2004)
Author(s) -
Priadi Asmanto,
Soebagyo Soebagyo
Publication year - 2007
Publication title -
deleted journal
Language(s) - English
Resource type - Journals
SCImago Journal Rank - 0.505
H-Index - 4
ISSN - 2460-9196
DOI - 10.21098/bemp.v9i4.214
Subject(s) - decentralization , economics , price of stability , fiscal policy , panel data , government (linguistics) , monetary policy , monetary economics , market economy , econometrics , linguistics , philosophy
Undang-Undang No.23 tahun 1999 tentang Bank Sentral, menyebutkan bahwa sasaran pokok kebijakan moneter Bank Indonesia terfokus kepada tujuan mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Tugas Bank Indonesia kian berat sejak keluarnya Undang-Undang Nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 25 tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor faktor yang lebih menentukan stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi regional di Jawa Timur, dari sudut pandang kebijakan moneter dan kebijakan fiskal regional. Metodologi analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah model data panel dengan pendekatan fixed effect model (FEM). Untuk mengatasi masalah fluktuasi data yang terlalu tajam, penelitian ini terbagi dalam 4 bagian analisis yaitu periode sebelum krisis, periode krisis, periode sebelum otonomi daerah dan periode otonomi daerah. Dari hasil penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa pertama, krisis ekonomi dan otonomi daerah memiliki pengaruh yang signifikan terhadap stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi. Kedua, keseluruhan variabel kebyakan moneter dan kebyakan fiskal secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi regional di Jawa Timur. Ketiga, kebijakan moneter lebih menentukan stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi regional di Jawa Timur. Translation: Undang-Undang No.23 tahun 1999 about Central Bank, please mention that fundamental target monetary policy of Bank Indonesia focused to tired target and look after stability of rupiah value. Bank Indonesia objective becoming heavily since its exit Undang-undang No.22 tahun 1999 about Governance of Area and Undang ¬undang No.22 tahun 1999 about Counter balance of Finance Center and Area. Intention of this research is to know more determining price stability factors and growth of regional economics in East Java, from the aspect of look into monetary policy and fiscal regional policy. Analysis methodologies used in this research is panel data model with fixed effect model (FEM) approach. To overcome the problem of too keen data fluctuation, this research divided in 4 part of analysis that is period before crisis, period of crisis, period before area autonomy and period after area autonomy. From result this research is conclusion obtained: First, fiscal decentralization and economic crisis have influence which significance to price stability and economics growth. Second, overall of monetary policy variable and fiscal policy by together have influence which significance to price stability and regional economics growth in East Java. Third, monetary policy more is determining price stability and regional economics growth in East Java

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here
Accelerating Research

Address

John Eccles House
Robert Robinson Avenue,
Oxford Science Park, Oxford
OX4 4GP, United Kingdom