z-logo
open-access-imgOpen Access
Dialektika Masyarakat Baduy dalam Memaknai Realitas Pemilihan Umum 2014
Author(s) -
Karman Karman
Publication year - 2014
Publication title -
jurnal penelitian komunikasi
Language(s) - Uncategorized
Resource type - Journals
eISSN - 2460-0172
pISSN - 1410-8291
DOI - 10.20422/jpk.v17i2.9
Subject(s) - obedience , deliberation , obligation , sociology , politics , institution , epistemology , environmental ethics , law , political science , law and economics , philosophy
Masyarakat Baduy Banten taat pada aturan adat ( pikukuh karuhun ), antara lain lunang (ikut yang menang), ngasuh rati , ngayak menak . Namun, jumlah pemilih pada masyarakat Baduy  justru meningkat dari tahun 2013 sampai 2014. Mereka memiliki mekanisme tersendiri untuk menentukan pemimpin mereka. Perubahan sikap sosio-politik tersebut berkaitan dengan perubahan konstruksi masyarakat terhadap realitas politik sendiri. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana masyarakat Baduy mengonstruksi, merekonstruksi realitas pemilihan umum (pemilu). Penelitian bertujuan ingin memahami konstruksi realitas masyarakat Baduy terhadap kegiatan pemilu, pemahaman mereka tentang kewajiban pemilu, proses adaptasi dari perbedaan realitas dan struktur sosial yang berada di luar mereka. Dengan menggunakan teori Konstruksi Realitas Sosial Berger dan teori Adaptasi Struktur Giddens,  penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Baduy mengobjektifikasi pemilu, berpartisipasi dalam pemilu sebagai wujud ketaatan pada aturan adat. Pemahaman kewajiban pemilu dilegitimasi oleh pejabat pada struktur adat ( jaro pamarentah ), dalam menghadapi dualisme struktur yang berbeda ini, mereka beradaptasi terhadap perbedaan realitas tadi.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here
Accelerating Research

Address

John Eccles House
Robert Robinson Avenue,
Oxford Science Park, Oxford
OX4 4GP, United Kingdom