z-logo
open-access-imgOpen Access
Stevens Johnson Syndrome in a patient with systemic lupus erythematosus on tuberculostatic treatment
Author(s) -
Alius Cahyadi,
Karina Anindita,
Maria Riastuti Iryaningrum
Publication year - 2012
Publication title -
medical journal of indonesia
Language(s) - Slovenian
Resource type - Journals
SCImago Journal Rank - 0.164
H-Index - 9
eISSN - 2252-8083
pISSN - 0853-1773
DOI - 10.13181/mji.v21i4.507
Subject(s) - medicine , anasarca , hypoalbuminemia , dermatology , sore throat , edema , erythema , peripheral edema , methylprednisolone , anemia , surgery , adverse effect
Abstrak Seorang wanita usia 22 tahun datang dengan keluhan utama timbul bercak kemerahan dan rasa gatal pada wajah sejak 5 hari sebelum masuk rumah sakit. Keluhan lainnya adalah timbul bengkak pada kedua tungkai, nyeri tenggorokan, dan batuk. Pasien sedang dalam pengobatan untuk lupus eritematosus sistemik dan tuberkulosis paru (sejak 12 hari yang lalu). Pada pemeriksaan fisik, pasien kompos mentis, hemodinamik stabil, dengan edema anasarka, lesi multipel makulo purpura yang tersebar pada tubuhnya, konjungtivis pada kedua mata, lesi multipel ulserasi di rongga mulut, dan tampak eritema pada mukosa genitalia. Hasil laboratorium menunjukkan anemia, lekopenia, hipoalbuminemia, proteinuria. Kami mencurigai pasien ini menderita sindrom Stevens Johnson akibat obat antituberkulosis. Selama perawatan, kami menghentikan pemberian obat antituberkulosis, dan memberikan metilprednisolon parenteral, serta terapi suportif lainnya. Pasien diizinkan untuk rawat jalan setelah terjadi perbaikan klinis dan dapat mobilisasi sendiri. (Med J Indones. 2012;21:235-9)

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here
Accelerating Research

Address

John Eccles House
Robert Robinson Avenue,
Oxford Science Park, Oxford
OX4 4GP, United Kingdom