Pengembangan Sentra Industri Kecamatan Tempuran Berdasarkan Indeks Spesialisasi Dan Konsentrasi Spasial Di Kabupaten Magelang
Media Komunikasi GeografiPeer ReviewedAndy Panca Putra +22019Journals
Keberadaan industri seringkali menjadi kutub pertumbuhan bagi perkembangan wilayah. Upaya pengembangan industri di Kecamatan Tempuran tidak didukung oleh ketersediaan data yang komprehensif mengenai industri kecil dan menengah tersebut. Minimnya ketersediaan data informasi yang komprehensif terkait industri menengah, industri kecil dan rumah tangga di Kecamatan Tempuran dapat menimbulkan permasalahan. Industri-industri yang berkembang di Kecamatan Tempuran tidak berada pada satu kawasan khusus sebagai industrial estate tetapi menyebar pada beberapa desa. Keberadaan industri bercampur dengan fungsi-fungsi lain seperti permukiman, perdagangan dan jasa, serta lahan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Konsentrasi Spasial sentra industri di Kecamatan Tempuran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif untuk mengidentifikasi konsentrasi spasial sentra industri di Kecamatan Tempuran. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat tujuh sentra industri yang teraglomerasi, yakni sentra industri kusen kayu memiliki nilai Indeks Hirschmann-Herfindhal (IHH) terbesar dengan nilai 0,8706, Sentra industri Sangkar Burung dengan nilai Indeks IHH 0,6676, sentra industri tempe dengan nilai Indeks IHH 0,5954, sentra industri Mebel Kayu dengan nilai Indeks IHH 0,5718, sentra industri Besek dengan nilai Indeks IHH 0,4867 dan sentra industri batu bata dengan nilai indeks IHH 0,4375, sedangkan sentra industri yang termasuk kategori dispersi terdapat tiga sentra, yakni, sentra industri Slondok, Sentra Industri Genteng, sentra industri Keranjang Tongkol,Kata Kunci : Sentra Industri; Indeks Spesialisasi Industri; Aglomerasi Industri
The content you want is available to Zendy users.
Already have an account? Sign inHaving issues? Contact support