z-logo
open-access-imgOpen Access
Uji Tujuh Genotipe Kedelai Generasi F7 Terhadap Ketahanan Serangan Karat Daun (Phakopsora pachyrhizi) Dengan Metode IWGSR
Author(s) -
Raden Duhita Diantiparamudita Utama,
Nurul Sjamsijah
Publication year - 2019
Publication title -
agriprima journal of applied agricultural sciences
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2549-2942
pISSN - 2549-2934
DOI - 10.25047/agriprima.v3i1.100
Subject(s) - biology , phakopsora pachyrhizi , horticulture , fungicide
Serangan karat daun yang disebabkan Jamur Phakopsora pachyrhizi merupakan salah satu factor menurunnya produksi kedelai hingga 30 – 60%, sehingga menuntut pemuliaan untuk merakit varietas unggul baru yang tahan terhadap serangan karat daun. Penelitian ini dilakukan di lahan riset Politeknik Negeri Jember dari bulan Juni – Agustus 2017 menggunakan rancangan acak kelompok non factorial diulang 3 kali dengan 14 genotipe yang terseleksi dari generasi F2 sampai F6 yaitu (7) hasil persilangan P3P2, P2P3, RD, P2D, P3R, P2R, P3D, (4) tetua Dering, Rajabasa, Polije-2 dan Polije-3, dan varietas pembanding Wilis, Malabar dan Ringgit, apabila ada efek signifikan akan dilanjutkan analisa DMRT 5%. Parameter yang diuji nilai IWGSR (Internasional Working Group Of Soybean Rust), 3 komponen hasil (umur panen, berat 100 biji dan hasil pertanaman). Hasil tes meyatakan  genotipe P3P2, P2P3, P2R, P3R, P2D, RD, dan P3D kekebal serangan karat daun dengan notasi R (Resistance), genotipe P2P3  umur panen yang genjah yaitu 68,53 HST, berat 100 biji pada genotipe RD memiliki hasil yang paling besar yaitu (14,542 gr) dan biji pertanaman genotipe P3D memiliki  hasil (21,24 gr).

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here
Accelerating Research

Address

John Eccles House
Robert Robinson Avenue,
Oxford Science Park, Oxford
OX4 4GP, United Kingdom