RESENSI BUKU : BIBLICAL AUTHORITY AFTER BABEL : RETRIEVING THE SOLAS IN THE SPIRIT OF MERE PROTESTANT CHRISTIANITY
Author(s) -
Brury Eko Saputra
Publication year - 2020
Publication title -
sola gratia jurnal teologi biblika dan praktika
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2723-2794
pISSN - 2723-2786
DOI - 10.47596/solagratia.v5i2.61
Subject(s) - protestantism , humanities , art , christianity , philosophy , theology
Buku dengan lima bab ini lahir dari kuliah yang diberikan oleh Kevin J. Vanhoozer di Moore College, Australia, pada tahun 2015 – dengan judul “Mere Protestant Christianity: Why Singing Sola Renews and Reforms Biblical Interpretation” (p. xi). Pada bagian preface dan pendahuluan Vanhoozer memberikan penjelasan tentang judul ―Biblical Authority After Babel‖ yang diberikan kepada bukunya. Menurutnya, judul tersebut mengingatkan setiap pembaca bahwa (bagi sebagian orang) Reformasi juga menghasilkan banyak kebingungan dan dampak negatif lainnya, sama seperti pasca peristiwa runtuhnya menara Babel (pp. x, 1-4). Dengan mengutip beberapa ahli, Vanhoozer mencatatkan beberapa dampak negatif dan kebingungan yang dihasilkan oleh Reformasi: Reformasi menumbuhkan semangat sekularisme (Ernst Troeltsch dan Brad Gregory), Reformasi memberikan ruang bagi subyektifisme/individualisme di dalam hal menafsirkan Kitab Suci (H. Richard Niebuhr dan Alister McGrath), Reformasi mendorong perkembangan skeptisisme (Richard Popkin), dan Reformasi menyebabkan perpecahan antar gereja (Hans Boersma dan peter Lethart) (pp. 4-25).
Accelerating Research
Robert Robinson Avenue,
Oxford Science Park, Oxford
OX4 4GP, United Kingdom
Address
John Eccles HouseRobert Robinson Avenue,
Oxford Science Park, Oxford
OX4 4GP, United Kingdom