z-logo
open-access-imgOpen Access
BUBUR MERAH PUTIH SEBAGAI SIMBOL PEMBERIAN NAMA ANAK DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI BUDAYA
Author(s) -
Dhiyaul Auliyah,
Arief Sudrajat
Publication year - 2022
Publication title -
sosiohumaniora jurnal ilmiah ilmu sosial dan humaniora
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2579-4728
pISSN - 2443-180X
DOI - 10.30738/sosio.v8i1.11599
Subject(s) - humanities , art
Abstrak Kebudayaan merupakan aktivitas manusia yang dilakukan secara berulang. Wujud kebudayaan berupa ide, perilaku, dan kebendaan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi bubur merah putih sebagai simbol pemberian nama anak, dan menganalisis fenomena dari perspektif sosiologi budaya melalui teori rasionalisasi budaya Jurgen Habermas. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan metode wawancara dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan simbolisasi bubur merah putih yakni bubur merah dilambangkan sebagai darah ibu, dan bubur putih dilambangkan sebagai mani bapak. Bubur merah putih sebagai simbol pemberian nama anak sekaligus pengantar doa untuk anak. Hakikat hubungan manusia dengan manusia lain menurut Habermas adalah komunikasi yang terjadi saat proses transfer pengetahuan dari orang tua ke anak tentang simbolisasi bubur merah putih. Selain itu juga saat proses pembagian bubur ke para tetangga sekitar tempat tinggal setelah dibuat dan dipanjatkan doa-doa. Penerima akan sekaligus menerima informasi tentang kelahiran dan nama anak, sekaligus terkait simbolisasi bubur merah putih.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here
Accelerating Research

Address

John Eccles House
Robert Robinson Avenue,
Oxford Science Park, Oxford
OX4 4GP, United Kingdom