z-logo
open-access-imgOpen Access
PENERAPAN ASSET PRICING MODEL (CAPM) TERHADAP KEPUTUSAN INVESTASI PADA INDEKS LQ45 PERIODE 2017- 2019
Author(s) -
I Wayan Sunarya
Publication year - 2020
Publication title -
jurnal muara ilmu ekonomi dan bisnis
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2579-6232
pISSN - 2579-6224
DOI - 10.24912/jmieb.v4i1.7529
Subject(s) - physics , humanities , business administration , business , philosophy
CAPM merupakan sebuah cara dalam memilih saham yang tepat sehingga penelitian ini dilakukan untuk membuat sebuah deksripsi dari saham dari LQ45 dari tahun 2017-2019. Pemilihan sampel dalam penelitian ini yaitu perusahaan Go Public yang digolongkan kedalam Indeks LQ45 yaitu sebuah kelompok perusahaan yang memiliki modal yang cukup besar dan paling liquid selama periode 2017-2019 yang berjumlah 45 perusahaan namun yang digunakan sebagai sampel hanya 33 perusahaan dengan menggunakan cara purposive sampling. Data saham yang diperoleh bersumber dari yahoo finance dan mengambil sumber pustaka untuk sitasi dari berbagai jurnal baik nasional maupun internasional. Penelitian ini dilakukan dengan memilih saham yang efisien yaitu suatu saham yang memiliki nilai (Ri) > [E(Ri)]. Penelitian ini menghasilkan bahwa antara beta maupun expected return terjadi hubungan yang berbanding terbalik, dimana jika nilai beta tinggi maka tingkat pengembalian saham (return) akan rendah, begitu sebaliknya. Dari jumlah 33 perusahaan yang masuk dalam penelitian ini, 24 perusahaan berada pada kondisi efisien dan sisanya 9 perusahaan dalam kondisi yang tidak efisien dari tahun 2017-2019. Adapun beberapa faktor yang menentukan pengelompokkan yaitu dengan membandingkan antara Ri dan E(Ri), jika Ri > E(Ri) maka saham tersebut akan dikelompokkan kedalam saham yang efisien namun sebaliknya jika Ri [E (Ri)]. This research results that between beta and expected return there is an inverse relationship, where if the beta value is high then the rate of return of shares will be low, and vice versa. Of the 33 companies included in this study, 24 companies were in an efficient condition and the remaining 9 companies were in an inefficient condition from 2017-2019. As for several factors that determine grouping, by comparing between Ri and E (Ri), if Ri> E (Ri) then the shares will be grouped into efficient shares, but conversely if Ri <E (Ri) then the shares will be grouped into shares that are not efficient. And if the results of the E (Ri) analysis show that the stock is efficient, then the stock should be bought and used as an investment portfolio.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here
Accelerating Research

Address

John Eccles House
Robert Robinson Avenue,
Oxford Science Park, Oxford
OX4 4GP, United Kingdom