z-logo
open-access-imgOpen Access
TOKSISITAS SENYAWA FLAVONOID DARI EKSTRAK ETANOL DAUN DEWANDARU (Eugenia uniflora Linn.) SEBAGAI SKRINING AWAL ANTIKANKER
Author(s) -
I Made Dira Swantara,
Wiwik Susanah Rita,
I Made Adi Suardhyana
Publication year - 2016
Publication title -
jurnal kimia
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2599-2740
pISSN - 1907-9850
DOI - 10.24843/jchem.2016.v10.i02.p03
Subject(s) - traditional medicine , chemistry , physics , medicine
Flavonoid merupakan senyawa yang dipercaya berpotensi sebagai antikanker. Salah satu tanaman yang mengandung flavonoid adalah tanaman Dewandaru (Eugenia uniflora Linn.). Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi dan uji toksisitas senyawa flavonoid dari ekstrak etanol daun Dewandaru (Eugenia uniflora Linn.) yang berpotensi sebagai antikanker. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi dan partisi menggunakan n-heksana, kloroform, dan etil asetat. Pemisahan fraksi kloroform dilakukan dengan kromatografi kolom silika gel menggunakan campuran pelarut kloroform : etil asetat (5:1) sebagai fase gerak. Uji toksisitas dilakukan dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT), dan identifikasi dilakukan dengan spektrofotometer IR serta UV-Vis. Ekstraksi 1000 g serbuk daun Dewandaru dengan 10 L etanol 70% menghasilkan 273 g ekstrak pekat etanol dan proses partisi berturut – turut menghasilkan 30,14 g ekstrak pekat air, 5,58 g ekstrak pekat n-heksana, 20,57 g ekstrak pekat kloroform, dan 22,45 g ekstrak pekat etil asetat. Uji fitokimia menunjukkan bahwa keempat ekstrak positif mengandung flavonoid, namun ekstrak kloroform memiliki efek toksik yang paling tinggi. Pemisahan dengan kromatografi kolom menghasilkan 3 kelompok fraksi (Fa, Fb, dan Fc). Fraksi Fc positif flavonoid dan relatif murni serta paling toksik terhadap larva udang Artemia salina Leach dengan LC50 sebesar 63,10 ppm, isolat selanjutnya diidentifikasi dengan spektrofotometer IR serta UV-Vis. Hasil identifikasi menunjukkan isolat (Fc) merupakan senyawa golongan flavonoid jenis dihidroflavonol yang mempunyai gugus fungsi OH terikat, CH alifatik, C = O, C = C aromatik, C – O dan CH aromatik, serta terdapat gugus hidroksi pada atom C-3, C-5, dan C-7, serta mempunyai gugus orto dihidroksi pada cincin B dan memberikan serapan pada panjang gelombang (?max) 281,0 dan 315,0 nm.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here
Accelerating Research

Address

John Eccles House
Robert Robinson Avenue,
Oxford Science Park, Oxford
OX4 4GP, United Kingdom