z-logo
open-access-imgOpen Access
LAPORAN KASUS: Investasi Parasit Ancylostoma caninum, Trichuris vulpis dan Ctenocephalides canis Pada Anjing
Author(s) -
Atma Hiyal Ulya Ahada
Publication year - 2020
Publication title -
media kedokteran hewan
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2775-975X
pISSN - 0215-8930
DOI - 10.20473/mkh.v31i3.2020.120-129
Subject(s) - toxocara canis , ancylostoma caninum , dipylidium caninum , biology , ehrlichia canis , veterinary medicine , helminths , medicine , immunology , antibody , serology
Anjing merupakan salah satu hewan peliharaan manusia yang sering terkena infeksi parasit, baik endoparasit (helminth dan protozoa) maupun ektoparasit (kutu, caplak, pinjal dan tungau). Endoparasit yang sering dilaporkan adalah kasus helminth yaitu Ancylostomiasis, Toxocariasis, Dipylidiasis, Trichuriasis dan Nekatoriasis. Sedangkan ektoparasit khusunya pinjal yang sering ditemui adalah Ctenocephalides canis. Metode yang digunakan untuk mendeteksi adanya cacing adalah pemeriksaan feses secara natif dan apung serta perhitungan Mc Master Chamber untuk mengetahui derajat keparahan infeksi cacing. Pemeriksaan pinjal dilakukan dengan mengidentifikasi preparat basah ektoparasit. Hasil pemeriksaan feses secara apung didapatkan telur cacing Ancylostoma caninum dan Trichuris vulpis. Ektoparasit yang didapat setelah pemeriksaan laboratorik adalah pinjal Ctenocephalides canis. Pengobatan yang dilakukan untuk mengatasi penyakit helminth adalah dengan pemberian obat cacing sedangkan untuk penyakit pinjal dapat dilakukan dengan pemberian obat tetes pinjal. Pencegahan dapat dilakukan dengan pemberian obat cacing secara rutin dan menjaga kebersihan kandang dan lingkungan anjing.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here
Accelerating Research

Address

John Eccles House
Robert Robinson Avenue,
Oxford Science Park, Oxford
OX4 4GP, United Kingdom